literasi.co.id, KOTA CIREBON – Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern, keberadaan kuliner tradisional khas Cirebon tetap mampu mempertahankan eksistensinya.
Salah satunya adalah Nasi Jamblang “Mba Sri” yang telah berdiri sejak tahun 2010 dan hingga kini tetap menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat untuk menikmati sajian khas Cirebon.
Pemilik usaha tersebut, Pak Edwin, telah menggeluti usaha kuliner Nasi Jamblang selama 16 tahun.
Berlokasi di Jalan Kutagara, Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, tepatnya di depan Pasar Jagasatru, Kota Cirebon, warung sederhana miliknya selalu ramai dikunjungi pelanggan dari berbagai kalangan, Senin (31/05/2026).
Dengan mengusung cita rasa khas Cirebon dan harga yang relatif terjangkau, Nasi Jamblang “Mba Sri” menawarkan beragam pilihan lauk-pauk yang menggugah selera.
Berbagai menu tersedia untuk memenuhi selera pelanggan, mulai dari sambal goreng, sambal terasi, tahu sayur, tahu kuning, tempe goreng, tempe tepung, perkedel kentang, perkedel jagung, telur dadar, ikan asin, sate kentang, sate telur puyuh, sate usus, sate cecek, telur semur, telur balado, telur ceplok balado, semur jengkol, balado jengkol, ikan cucut balado, semur ati ampela, semur daging sapi, semur hati sapi, semur limpa sapi, ikan tongkol, cumi blakutak, oseng udang, hingga berbagai menu lainnya.
Pak Edwin mengungkapkan bahwa salah satu kunci bertahannya usaha yang dirintisnya sejak 2010 adalah menjaga kualitas rasa dan mempertahankan resep tradisional yang telah menjadi ciri khas Nasi Jamblang “Mba Sri”.
“Sejak awal berjualan, kami selalu berusaha menjaga kualitas bahan baku dan cita rasa masakan. Alhamdulillah sampai sekarang pelanggan masih setia datang untuk menikmati Nasi Jamblang khas Cirebon ini,” ujar Pak Edwin.
Menurutnya, setiap menu memiliki racikan bumbu tersendiri yang diolah dengan teknik memasak tradisional sehingga menghasilkan rasa yang lebih nikmat dan lezat.
Keistimewaan tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membedakan Nasi Jamblang “Mba Sri” dengan sajian nasi jamblang lainnya.
Selain menyajikan aneka lauk khas Cirebon, Pak Edwin juga terus mempertahankan konsep pelayanan sederhana dan ramah kepada pelanggan.
Hal tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk menjaga kepercayaan masyarakat yang selama bertahun-tahun telah menjadi pelanggan setia.
Keberadaan Nasi Jamblang “Mba Sri” tidak hanya menjadi bagian dari geliat usaha mikro di Kota Cirebon, tetapi juga turut melestarikan warisan kuliner tradisional yang menjadi identitas daerah.
Dengan pengalaman selama 16 tahun, usaha kuliner ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Cirebon yang dicintai masyarakat maupun wisatawan.
“Kami berharap kuliner khas Cirebon seperti Nasi Jamblang tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagian dari budaya dan tradisi yang harus dijaga bersama,” pungkas Pak Edwin.
(Dadang)



