Akses Jalan Satu-Satunya di Perumahan GPP Gerbang Permai Pamengkang Rusak Parah, Jalur Alternatif Ditutup Warga BCA

Literasi.co.id Kabupaten Cirebon, 1 Maret 2026 — Warga Perumahan GPP Gerbang Permai Pamengkang, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi akses jalan utama yang semakin memprihatinkan. Jalan satu-satunya menuju kawasan tersebut kini mengalami kerusakan berat, dipenuhi kubangan dan lumpur tebal yang menyulitkan mobilitas warga.

Pada malam hari, kendaraan roda empat praktis tidak memiliki pilihan selain mencoba melintasi jalan utama GPP yang rusak. Kondisi ini terjadi setelah akses jalan alternatif melalui Perumahan BCA (Bumi Cirebon Adipura) ditutup oleh warga setempat.

Kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama itu kian diperparah oleh tingginya intensitas hujan yang hampir setiap hari mengguyur wilayah Cirebon. Akibatnya, rencana perbaikan jalan dan normalisasi drainase terus tertunda, sementara warga harus menghadapi risiko keselamatan setiap kali keluar-masuk perumahan.

Selama ini, warga GPP terpaksa memanfaatkan jalur alternatif melalui Perumahan BCA. Namun, kondisi jalan di jalur tersebut juga tidak jauh berbeda karena turut mengalami kerusakan dan kubangan. Meski demikian, warga menilai kondisi kubangan di akses Gerbang Permai Pamengkang jauh lebih parah dan licin, sehingga sangat berisiko, terutama bagi pengendara roda dua yang rawan tergelincir.

Situasi memuncak pada Sabtu malam (28/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB ketika akses jalan di Perumahan BCA ditutup oleh warga setempat. Penutupan dilakukan karena kekhawatiran jalan lingkungan mereka akan semakin rusak akibat tingginya lalu lintas kendaraan dari warga Gerbang Permai Pamengkang.

Akibat penutupan tersebut, sejumlah warga GPP yang sudah terlanjur memasuki jalur alternatif terpaksa putar balik dan kembali memaksakan diri melintasi jalan utama yang berlumpur. Dalam kejadian itu, sebuah mobil dilaporkan terjebak lumpur hingga harus ditarik menggunakan kendaraan lain.

Warga Gerbang Permai Pamengkang menyatakan memahami sikap warga BCA yang menutup akses demi menjaga kondisi jalan lingkungan mereka. Namun di sisi lain, kondisi ini menempatkan warga GPP dalam situasi serba sulit karena tidak memiliki akses jalan yang layak dan aman.

Warga kini berharap Kuwu Desa Pamengkang, H. Kosasih, segera turun tangan bersama masyarakat untuk menghadirkan solusi darurat. Salah satu usulan mendesak adalah penanganan sementara dengan menutup kubangan berlumpur menggunakan material urugan seperti batu cadas, sambil menunggu normalisasi drainase yang saat ini terhambat curah hujan tinggi.

Langkah darurat tersebut dinilai penting untuk:

• Memungkinkan kendaraan roda empat melintas dengan aman

• Mengurangi risiko kecelakaan pengendara roda dua

• Mencegah kendaraan terjebak lumpur

• Mengurangi beban lalu lintas di Perumahan BCA

• Menjaga kenyamanan warga di kedua kawasan

“Warga tidak menuntut muluk-muluk. Yang penting akses darurat bisa dilalui dengan aman sambil menunggu perbaikan permanen,” ujar salah satu warga.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir kondisi jalan akan semakin memburuk dan berpotensi mengisolasi lingkungan, terutama selama musim hujan masih berlangsung.

NIKO • LITERASI.CO.ID