Ngumbah Tugu Kujang, Tradisi dan Edukasi Bagi Generasi Muda untuk Pelihara Simbol Kota Bogor

KOTABOGOR(Literasi.co.id) – Kembali Tradisi Ngumbah (Mencuci) Tugu Kujang di Kota Bogor digelar tahun ini sebagai rangkaian dari Hari Jadi Bogor (HJB) ke 542. Tradisi tahunan ini mulai dibuka pada Rabu (12/6/2024).

Tjetjep Thoriq selaku Ketua Panitia Ngumbah Tugu Kujang menjelaskan, tradisi ini menjadi bentuk komitmen dan perhatian warga terhadap Tugu Kujang yang telah menjadi icon Kota Bogor selama puluhan tahun.

“Tradisi ini sudah berlangsung sejak 1990, delapan tahun setelah Tugu Kujang ini resmi berdiri. Kegiatan ngumbah Tugu Kujang juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB),” ungkapnya kepada media.

Tjetjep menerangkan, rangkaian tradisi Ngumbah Tugu Kujang sudah dimulai sejak Selasa (11/6/2024). Di awali dengan kegiatan pengambilan air pencucian dari tiga sumber mata air.

Ketiga sumber mata air itu yakni Cidangiang di pinggir Mall Botani Square, Cialengka di belakang Hotel Amarossa, dan Cikahuripan di Kebun Raya Bogor.

Setelah dikumpulkan air ini selanjutnya disatukan dalam acara babakti yang akan diselenggarakan pada Selasa (11/6/2024) malam. Setelah disatukan air itu akan dipakai untuk prosesi pencucian kujang.

“Kegiatan Ngumbah Tugu Kujang ini akan melibatkan sejumlah pihak di antaranya personel BPBD, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, Yonif 315/Garuda, Kopasgat, Brimob, dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI),” jelasnya.

Tugu Kujang akan dicuci selama empat hari ke depan hingga tanggal 16 Juni 2024 mendatang. Setiap harinya akan ada 20 personel gabungan yang akan bertugas mencuci bagian atas, tengah, dan bawah secara bergantian.

Tjetjep berharap tradisi ini menggugah pemerintah dan generasi muda untuk memberikan perhatian pada Tugu Kujang yang menurutnya kini kondisinya telah mengkhawatirkan.

“Di bagian atasnya itu sudah gompal, bergeser, dan ada lubang. Bagian bawahnya juga sudah ada yang rusak-rusak serta tidak rapi. Semestinya simbol Kota Bogor ini bisa dipelihara secara bersama-sama,” tekannya.

Pihaknya budayawan informasinya sudah sejak dua tahun yang lalu mempertanyakan pihak Pemkot Bogor terkait kerusakan Tugu Kujang.

” Kami hanya ingin segera merenovasi Tugu Kujang bagian atasnya yang sudah keropos dan retak, dan termasuk sudah kami infokan kepada pihak Pemkot Bogor. Tapi nyatanya hingga hari ini belum ada realisasi, alasannya karena baru ada pergantian Kepala Dinas terkait,” bebernya.