Pemkot Cirebon Gas Perbaikan Jembatan Lebakngok, Wali Kota Targetkan Akses Normal dalam Beberapa Pekan

Literasi.co.id, Cirebon 24 februari 2026 — Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas warga dengan mempercepat perbaikan infrastruktur yang terdampak cuaca ekstrem. Salah satu prioritas utama saat ini adalah penanganan kerusakan jembatan dan akses jalan di kawasan Lebakngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah terkait telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemetaan kondisi. Langkah terpadu ini dipandang penting agar penanganan darurat berjalan tepat sasaran sekaligus menghasilkan perbaikan yang lebih tahan lama.

Dalam peninjauan bersama pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung, Wali Kota memastikan pekerjaan fisik akan segera dimulai pekan ini. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi faktor kunci untuk mempercepat pemulihan jalur vital bagi warga tersebut.

“Hari ini saya bersama Kapolres dan Kepala BBWS meninjau jembatan Lebakngok yang terkikis air. Insya Allah pekerjaan dimulai hari Jumat. Target kami beberapa minggu ke depan akses jalan sudah kembali normal,” ujar Wali Kota saat peninjauan, Selasa (24/2/2026).

Meski pengerjaan segera berjalan, Pemkot mengakui kendaraan roda empat untuk sementara belum dapat melintas. Kondisi tanah dan struktur jalan yang belum stabil menjadi pertimbangan utama. Namun, rekayasa teknis tengah disiapkan agar akses kendaraan besar bisa kembali dibuka setelah penguatan selesai.

“Untuk sementara roda dua masih bisa lewat, tetapi roda empat belum. Kami sudah koordinasi dengan BBWS untuk penguatan jalan. Akan dibuat pemecah arus sekitar 50 meter dari jembatan guna mengurangi tekanan air. Kami mohon masyarakat bersabar,” tambahnya.

Pemkot Cirebon berharap dimulainya pekerjaan pekan ini dapat meredakan kekhawatiran warga terkait potensi terputusnya akses. Koordinasi intensif akan terus dilakukan dengan target penyelesaian pada Maret hingga April mendatang sehingga seluruh moda transportasi dapat kembali melintas dengan aman.

Dari sisi teknis, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menjelaskan tahap awal penanganan difokuskan pada normalisasi alur sungai. Menurutnya, arus yang saat ini terpecah menjadi penyebab utama hantaman air ke tebing sungai dan kaki jembatan.

“Kami luruskan dulu alurnya dan bangun tanggul darurat agar saat banjir air tidak lagi menghantam tebing kanan. Alat berat akan kami turunkan hari Jumat, kemungkinan melalui jalur sungai karena akses darat cukup sulit,” jelas Dwi.

Ia juga menyoroti karakter tanah batulempung di lokasi yang rentan tergerus air. Untuk itu, BBWS merencanakan penguatan kaki jembatan menggunakan metode riprap atau penataan batu alam sebagai langkah perlindungan yang efisien namun tetap kokoh.

“Normalisasi sungai ditargetkan selesai dua bulan agar arus stabil. Setelah itu baru penguatan pilar jembatan. Secara struktur jembatan masih cukup kuat, tetapi langkah pencegahan tetap perlu,” pungkasnya.

NIKO • LITERASI.CO.ID