Literasi.co.id, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya. Pergantian ini langsung memunculkan pertanyaan publik karena Purbaya baru sekitar satu tahun menduduki posisi strategis tersebut.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi Presiden mengenai alasan spesifik Purbaya diberhentikan. Namun, sejumlah persoalan kebijakan ekonomi selama masa jabatannya menjadi sorotan, mulai dari pengelolaan APBN, kebijakan likuiditas perbankan, hubungan fiskal-moneter, hingga polemik dana sekitar Rp120 triliun yang dikaitkan dengan Danantara.
Purbaya sebelumnya mengungkap adanya keberatan dari Danantara terkait rencana setoran dana ke APBN. Persoalan tersebut menarik perhatian karena menyangkut batas antara kebutuhan fiskal negara dan mandat Danantara sebagai pengelola investasi serta aset negara.
Di sisi lain, pendekatan Purbaya yang agresif mendorong pertumbuhan ekonomi juga menghadapi tantangan berupa kebutuhan menjaga stabilitas fiskal, rupiah dan kepercayaan investor.
Apakah pergantian Purbaya sekadar reshuffle, atau ada persoalan lebih besar di baliknya?
Pertanyaan tersebut semakin relevan setelah sejumlah perubahan terjadi di institusi ekonomi strategis negara.
Kini Suahasil Nazara menghadapi tugas berat: menjaga APBN tetap sehat dan kredibel, sekaligus membiayai berbagai program prioritas pemerintahan Prabowo.
Pergantian menteri boleh saja menjadi hak prerogatif Presiden. Namun publik tetap berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, kebijakan apa yang berubah, dan ke mana arah ekonomi Indonesia setelah Purbaya meninggalkan kursi Menteri Keuangan.
Purbaya boleh dicopot. Tetapi tanda tanya publik jangan ikut ditutup.
RED






