Arus Mudik 2026 Diwarnai Fenomena Anak dan Remaja Mengais Rezeki di SPBU, Pemudik Mengaku Resah

Budaya, Peristiwa831 Dilihat

Literasi.co.id – Indramayu, 17 Maret 2026 — Momentum arus mudik Lebaran 2026 kembali menghadirkan fenomena tahunan di sejumlah SPBU sepanjang jalur Pantura. Puluhan anak-anak dan remaja terlihat memanfaatkan kepadatan pemudik untuk mengais rezeki dengan menawarkan jasa lap kendaraan, khususnya sepeda motor.

Fenomena ini tampak sejak pagi hingga malam hari, di mana anak-anak berjejer di sekitar area pengisian bahan bakar. Mereka secara aktif mendekati pemudik yang sedang mengisi BBM, bahkan dalam beberapa kasus satu kendaraan dikerumuni oleh tiga hingga empat anak sekaligus yang menawarkan jasa lap.

 

Di satu sisi, aktivitas ini menjadi potret perjuangan ekonomi masyarakat kecil dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Namun di sisi lain, kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan ketertiban para pemudik.

Salah seorang pemudik, Iwan (35), yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Wonosobo, mengaku merasa tidak nyaman saat kendaraannya dikerubungi oleh sejumlah anak saat mengisi BBM.
“Saya merasa risih, karena tiba-tiba motor saya dikelilingi empat anak yang membawa kain lap. Kondisinya jadi tidak nyaman, apalagi saat antrian sedang padat,” ujarnya.

Selain mengganggu kenyamanan, keberadaan anak-anak tersebut juga dinilai berpotensi menghambat arus antrian kendaraan di SPBU, khususnya di jalur padat seperti Pantura. Bahkan, posisi mereka kerap menghalangi jalur masuk kendaraan yang hendak melakukan pengisian BBM.

Masyarakat berharap adanya tindakan dari pihak terkait, seperti Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), untuk melakukan penertiban dan pembinaan terhadap fenomena ini agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan publik.

Penanganan yang bijak dan humanis dinilai penting, mengingat pelaku aktivitas ini mayoritas merupakan anak-anak dan remaja yang membutuhkan perhatian serta solusi jangka panjang dari pemerintah daerah.

Hisam