Jamaah Padati Musholla Baitul Itqon Bongas, Khutbah Tegaskan Harmoni Nilai Agama dan Hukum dalam Kehidupan Sosial

Religi867 Dilihat

Literasi.co.id.- INDRAMAYU — Sekitar 400 jamaah memadati Musholla Baitul Itqon Bongas, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, dalam pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu pagi (21/3/2026). Ibadah yang dimulai pukul 06.30 WIB itu berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.

Sejak waktu subuh, jamaah dari berbagai wilayah sekitar mulai berdatangan. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Nuansa kebersamaan dan kekeluargaan terasa kuat sejak awal hingga akhir rangkaian ibadah.

Sebelum pelaksanaan shalat, Ketua Panitia, Maman Suparman, S.Pd., menyampaikan laporan kegiatan selama Ramadan. Ia menjelaskan bahwa total infaq dan shodaqoh yang terkumpul mencapai Rp10.834.000, dengan pengeluaran sebesar Rp4.740.000, sehingga tersisa kas musholla sebesar Rp6.094.000.

Selain dalam bentuk uang, bantuan juga diterima oleh Pengurus DKM BAITUL ITQON BONGAS dalam bentuk barang yang langsung dibagikan kepada jamaah. Di antaranya 36 dus wafer, 162 dus mie instan, 43 dus air mineral cup, 14 dus air mineral botol kecil, 5 dus teh kemasan botol, 150 paket buah dan roti, serta 4 sarung untuk keperluan musholla. Pembagian dilakukan secara bertahap setelah Shalat Tarawih, termasuk pada malam Lailatul Qadar dan malam takbiran, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh jamaah secara merata.

Dalam pelaksanaan ibadah, Ustadz Ahmad Manshuruddin bertindak sebagai imam, didampingi Abdul Mu’in sebagai bilal. Sementara itu, khutbah Idulfitri disampaikan oleh Mohamad Saifulloh, S.H., C.MDF., CPP., CIJ., CPW., dengan mengangkat tema “Menjaga Persaudaraan, Menjaga Kehormatan, dan Menjaga Kerukunan.”

Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan pemaparan yang runtut dan menggugah kesadaran jamaah mengenai pentingnya menyelaraskan nilai-nilai agama dengan ketentuan hukum dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa ajaran Al-Qur’an tidak hanya mengatur hubungan spiritual manusia dengan Tuhan, tetapi juga menjadi pedoman utama dalam menjaga ketertiban, keadilan, dan keharmonisan sosial.

Secara lebih tajam, khatib mengaitkan sejumlah ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Pasal 316, misalnya, dikorelasikan dengan Al-Baqarah ayat 195 yang mengingatkan manusia agar tidak menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan, baik melalui perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Selanjutnya, Pasal 265 dihubungkan dengan Al-Baqarah ayat 83 yang menekankan pentingnya berkata baik, sebagai fondasi utama dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan bermartabat.

Khatib juga menyoroti Pasal 436 yang selaras dengan Al-Hujurat ayat 11 tentang larangan saling menghina dan merendahkan sesama. Menurutnya, kehormatan manusia adalah nilai yang harus dijaga bersama, karena dari situlah lahir rasa saling percaya dan persatuan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Pasal 336 dan Pasal 505 dikaitkan dengan Al-Baqarah ayat 188 yang secara tegas melarang pengambilan hak orang lain secara batil. Penekanan ini menjadi pengingat bahwa keadilan bukan sekadar konsep hukum, melainkan juga perintah moral dan spiritual yang harus dijunjung tinggi oleh setiap individu.

Melalui pemaparan tersebut, jamaah diajak untuk memahami bahwa kepatuhan terhadap hukum sejatinya merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama. Dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan, diharapkan tercipta kehidupan masyarakat yang tertib, adil, dan harmonis.

Di akhir khutbah, khatib mengimbau jamaah untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk, sebagaimana pesan Al-Hujurat ayat 10 tentang persaudaraan sesama Muslim.

Usai shalat, suasana hangat semakin terasa ketika jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momentum Idulfitri ini tidak hanya menjadi perayaan kemenangan spiritual, tetapi juga menjadi ruang memperkuat hubungan sosial serta meneguhkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

M.Saifulloh