PERISTIWA KERACUNAN MBG DI CIREBON, 145 SISWA DAN GURU DILAPORKAN TERDAMPAK

Peristiwa735 Dilihat

Literasi.co.id, CIREBON — Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Sebanyak 145 siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Harjamukti.

Korban dilaporkan mengalami gejala berupa mual, muntah, sakit perut, dan diare. Sejumlah pasien mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit di Kota Cirebon.

Peristiwa bermula setelah para siswa mengonsumsi menu MBG di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Menu yang disajikan antara lain nasi putih, sup telur puyuh, tempe orek, buah kelengkeng, serta sayuran kol dan wortel.

Sejumlah anak dilaporkan mengeluhkan aroma atau rasa asam pada sup maupun telur puyuh yang dikonsumsi. Namun, kondisi tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan kesehatan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan.

Sekitar pukul 15.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan berupa sakit perut, mual, muntah, dan diare. Para orang tua kemudian menerima informasi mengenai kondisi anak-anak mereka, sementara keluhan serupa juga dilaporkan dialami siswa lainnya.

Pada sore hingga petang, orang tua membawa anak-anak mereka ke IGD RS Siloam Putera Bahagia, Kota Cirebon, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Jumlah pasien yang berdatangan terus bertambah sehingga pelayanan IGD dilaporkan padat dan sebagian pasien dirujuk ke rumah sakit lain.

Penanganan korban selanjutnya berlangsung di empat fasilitas kesehatan, yakni RS Siloam Putera Bahagia, RSD Gunung Jati, RS Ciremai, dan RSIA Cahaya Bunda.

Pada Selasa malam, sejumlah orang tua dan warga mendatangi dapur SPPG Kalijaga Harjamukti untuk meminta penjelasan mengenai makanan yang dibagikan kepada para penerima manfaat. Petugas kepolisian dan tim Dinas Kesehatan turut berada di lokasi untuk membantu pengamanan dan koordinasi.

Sampel makanan dilaporkan diamankan untuk pemeriksaan laboratorium. Operasional SPPG Kalijaga Harjamukti juga ditangguhkan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan, sembari menunggu evaluasi lebih lanjut.

Sekolah yang disebut dalam kejadian ini meliputi:

1. SDN Kalijaga Permai.

2. SDN Taman Kalijaga Permai.

3. TK Teratai.

Selain siswa dan guru, anak-anak penerima manfaat Posyandu juga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.

Jumlah korban yang dilaporkan mencapai 145 siswa dan guru. Sebelumnya, perkiraan sekitar 100 anak terdampak juga disampaikan dalam perkembangan penanganan kejadian. Data tersebut masih perlu disinkronkan melalui pendataan resmi pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit yang menangani pasien.

Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan bahwa penanganan medis menjadi prioritas dan sebagian pasien telah diperbolehkan pulang sesuai kondisi masing-masing.

Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti gangguan kesehatan belum dapat dipastikan. Pemeriksaan sampel makanan dan penyelidikan epidemiologi diperlukan untuk mengetahui kemungkinan sumber kontaminasi serta memastikan keterkaitannya dengan makanan MBG yang dikonsumsi para korban.

Evaluasi terhadap proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan juga menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat program MBG.

Redaksi akan memperbarui informasi mengenai jumlah korban, hasil pemeriksaan laboratorium, serta perkembangan evaluasi terhadap SPPG Kalijaga Harjamukti setelah terdapat keterangan resmi lebih lanjut.

NIKO