literasi.co.id, KABUPATEN CIREBON –Pemerintah Desa Curug Wetan, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur, dan pelayanan kepada masyarakat sejak dipimpin Kuwu Anang Muhari pada tahun 2022. pada Senin, (21/04/2026).
Sekretaris Desa (Sekdes) Curug Wetan, Ali Sadikin, mengungkapkan bahwa saat awal kepemimpinan Kuwu Anang Muhari, kondisi sarana dan prasarana desa dinilai sangat memprihatinkan, khususnya pada fasilitas kantor balai desa yang tidak memadai untuk menunjang aktivitas pemerintahan.
“Dulu kondisi balai desa sangat tidak layak, bahkan bisa dibilang seperti kandang ayam. Peralatan seperti komputer dan fasilitas penunjang lainnya juga sangat terbatas,” ujar Ali Sadikin.
Memasuki tahun 2023, pemerintah desa mulai melakukan pembangunan kantor balai desa secara bertahap.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen, dengan sisa pekerjaan pada tahap finishing.
Selain pembangunan kantor desa, berbagai infrastruktur lainnya juga turut direalisasikan, di antaranya pembangunan jalan gang di Dusun 2 yang memiliki panjang dan lebar signifikan, khususnya di wilayah Dahlia.
Pemerintah desa juga membangun saluran irigasi di tengah jalan guna mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, sektor keagamaan juga mendapat perhatian melalui renovasi mushola Nurul Adam.
Sebelumnya, anggaran sekitar Rp12 juta per tahun dialokasikan untuk perbaikan. Kini, kondisi mushola sudah jauh lebih baik dan mampu menampung lebih banyak jamaah, meskipun pada tahun 2026 anggaran renovasi sempat terhenti.
“Alhamdulillah, sekarang fasilitas ibadah sudah lebih representatif dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Curug Wetan berencana fokus pada peningkatan perekonomian masyarakat melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kuwu Anang Muhari menargetkan pembangunan unit usaha berskala besar guna membuka lapangan pekerjaan bagi warga.
Selain itu, peningkatan sektor kesehatan juga menjadi prioritas, khususnya dalam memberikan subsidi layanan kesehatan bagi warga lanjut usia (jompo) yang membutuhkan.
Dengan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD), diharapkan desa mampu memberikan bantuan biaya pengobatan, termasuk kebutuhan obat-obatan.
“Harapan kami, dengan PAD yang besar, desa bisa lebih mandiri dan mampu membantu masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Angkatan Muda Xapaleri (AMX) Indonesia Cirebon Raya, M. Hayat, yang turut hadir di Desa Curug Wetan, memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah desa. Ia menilai adanya kedekatan emosional antara aparat desa dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
“Saya melihat langsung bagaimana sinergi antara aparat desa dan masyarakat terjalin dengan baik. Ini menjadi contoh positif bagi desa-desa lain bahwa kedekatan dengan masyarakat sangat penting dalam pembangunan,” ungkap M. Hayat.
Dengan berbagai capaian tersebut, Desa Curug Wetan diharapkan terus berkembang menjadi desa yang mandiri, maju, dan sejahtera melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
(Dadang)






