Purbaya Optimistis Ekonomi RI Tembus 8 Persen, Pemerintah Klaim Indonesia Mulai Keluar dari “Kutukan” Pertumbuhan 5 Persen

Pemerintahan1039 Dilihat

literasi.co.id, JAKARTA — Pemerintah mulai menunjukkan optimisme tinggi terhadap arah pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut target pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan mulai terlihat realistis dalam beberapa tahun ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam agenda Pekan Reksa Dana 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Ia menegaskan, fondasi ekonomi nasional saat ini dinilai mulai bergerak lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Purbaya, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai sekitar 5,6 persen menjadi sinyal penting bahwa Indonesia perlahan mulai keluar dari pola stagnasi pertumbuhan ekonomi di level 5 persen yang selama ini dianggap sebagai “kutukan” ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dulu dianggap terlalu tinggi, sekarang mulai terlihat arahnya. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan itu bukan hal yang mustahil,” ujar Purbaya.

Ia menilai peningkatan konsumsi masyarakat, penguatan sektor swasta, percepatan belanja pemerintah, serta stimulus ekonomi yang terus digelontorkan menjadi faktor utama yang mendorong akselerasi pertumbuhan nasional. Pemerintah juga diyakini akan terus menjaga momentum ekonomi di tengah tekanan global yang masih membayangi berbagai negara.

Selain itu, reformasi industri dan percepatan pembangunan proyek strategis nasional disebut akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah menargetkan Indonesia bisa terlebih dahulu menembus pertumbuhan di atas 6 persen sebelum melaju menuju angka 8 persen.

Pernyataan optimistis Purbaya tersebut memicu perhatian publik dan kalangan ekonom. Sebab selama hampir satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung bergerak di kisaran 5 persen dan sulit melonjak lebih tinggi.

Meski demikian, pemerintah menegaskan optimisme itu bukan sekadar klaim tanpa dasar. Stabilitas inflasi, daya beli masyarakat yang masih terjaga, serta meningkatnya investasi disebut menjadi indikator bahwa ekonomi Indonesia mulai memasuki fase pertumbuhan baru.

Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan pemerintah agar tetap waspada terhadap ancaman perlambatan ekonomi global, gejolak geopolitik internasional, serta tantangan sektor ketenagakerjaan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Namun pemerintah tetap percaya diri bahwa kombinasi stimulus fiskal, penguatan industri nasional, dan konsumsi domestik yang kuat dapat menjadi modal utama Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif dalam beberapa tahun mendatang.

-RED-