PERADI DIRGANTARA Gelar PKPA dan UPA 2026, Peserta dari Berbagai Daerah Siap Raih Jalan Menuju Profesi Advokat

Hukum523 Dilihat

literasi.co.id, INDRAMAYU – Dunia profesi hukum kembali diramaikan dengan pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA) Tahun 2026 yang diselenggarakan mulai 14 Mei hingga 17 Mei 2026 secara daring melalui Zoom dan menarik perhatian calon advokat dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan yang digelar oleh PERADI DIRGANTARA ini disebut-sebut menjadi salah satu program pendidikan profesi advokat yang paling banyak dibicarakan menjelang pertengahan tahun 2026. Bukan hanya karena sistem pelaksanaannya yang fleksibel secara online, tetapi juga karena menghadirkan sederet pemateri yang dikenal aktif di dunia litigasi, akademik, hingga praktisi hukum nasional.

Program PKPA dan UPA kali ini dinilai berbeda karena peserta tidak hanya menerima materi teori hukum semata, tetapi juga dibekali pengalaman praktik langsung yang selama ini menjadi tantangan utama para calon advokat muda ketika mulai memasuki dunia profesi.

Beberapa tokoh yang hadir sebagai pemateri di antaranya Adv. Toni RM, S.H., M.H., Adv. Dr. Sitta Saraya, S.H., M.H., Suci Kusumawardhani, S.H., M.H., Danang Rifai, S.Kom., S.H., M.M., dan Angelia Puspita Bangun, S.H., C.Med., CTA ., Esq.

Ketua Organisasi Advokat PERADI DIRGANTARA, Angelia Puspita Bangun, S.H., C.Med., CTA ., Esq menyampaikan bahwa peserta akan memperoleh berbagai fasilitas penunjang, mulai dari e-sertifikat PKPA dan UPA, modul pembelajaran, video rekaman materi, hingga kesempatan memperluas jaringan relasi advokat dari berbagai daerah di Indonesia.

Namun yang paling menyita perhatian publik adalah adanya fasilitas mengulang UPA secara gratis hingga peserta dinyatakan lulus. Kebijakan tersebut dianggap menjadi terobosan yang memberi peluang lebih besar bagi calon advokat untuk benar-benar mempersiapkan diri tanpa terbebani biaya ujian berulang.

Peserta kegiatan diketahui berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Eddy Suyanto, S.E., S.H., CPP., CPSc., CLTS. dari Surabaya, yang mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, PKPA dan UPA kali ini terasa istimewa karena menghadirkan pemateri yang kompeten dan memiliki pengalaman nyata di bidang hukum.

Sementara itu, pandangan inspiratif juga disampaikan oleh Mohamad Saifulloh, yang menilai bahwa PKPA dan UPA bukan sekadar tahapan administratif menuju profesi advokat, melainkan ruang pembentukan karakter dan integritas penegak hukum masa depan.

“Profesi advokat bukan hanya tentang kemampuan berbicara di ruang sidang, tetapi tentang keberanian menjaga keadilan ketika banyak orang memilih diam. Ilmu hukum tanpa etika hanya akan melahirkan kecerdasan yang kehilangan arah. Karena itu, PKPA dan UPA harus menjadi tempat lahirnya advokat yang berintegritas, beradab, serta mampu menjadi pelindung masyarakat pencari keadilan,” ungkap Mohamad Saifulloh, S.H., C.MDF., CPP., CIJ., CPW., asal Indramayu, Jawa Barat.

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan dunia hukum modern menuntut advokat untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu membangun empati sosial, komunikasi publik, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara profesional dan bermartabat.

Pelaksanaan PKPA dan UPA 2026 ini dinilai menjadi momentum penting bagi lahirnya generasi advokat baru yang tidak hanya memahami teori hukum, tetapi juga memiliki kesiapan mental, etika profesi, serta kemampuan praktik menghadapi dinamika penegakan hukum modern di Indonesia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan hukum yang profesional, kegiatan ini pun dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam mencetak advokat yang siap bersaing dan berkontribusi di dunia hukum nasional.

– Moh Saifulloh –