RUDIANA DAN BAMBANG MUJIARTO HADIRI PAMERAN KERIS “GUGAH GAMAN CIREBON 2026” DI PENDOPO BUPATI CIREBON

Budaya639 Dilihat

LITERASI.CO.ID, CIREBON — Pameran Keris Gugah Gaman Cirebon 2026 memasuki hari kedua pada Sabtu (31/10/2026), dengan kehadiran dua tokoh yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya, khususnya seni dan tradisi Tosan Aji Nusantara. Keduanya adalah Pembina SAKETI, Rudiana, S.E., M.A.P., dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto, S.T.

Kehadiran kedua tokoh tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan R.A. Kartini No. 7, Kejaksan, Kota Cirebon. Dalam kesempatan itu, Bambang Mujiarto yang dikenal telah lama memiliki ketertarikan terhadap dunia pusaka Tosan Aji Nusantara, berkesempatan melihat secara langsung beragam koleksi keris dan benda pusaka yang dipamerkan.

Didampingi Pembina SAKETI, Rudiana, keduanya berkeliling meninjau berbagai koleksi yang berasal dari sejumlah daerah di Nusantara. Setiap koleksi memperlihatkan karakteristik, bentuk, ragam garap, serta kekhasan seni kriya perkerisan yang berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, Kohin dari AR Collection dan Lingga Nugraha, Empu Muda Cirebon, turut mendampingi sekaligus memberikan penjelasan mengenai koleksi-koleksi yang ditampilkan. Pendampingan ini memberikan gambaran lebih dekat tentang keberagaman Tosan Aji, baik dari sisi bentuk, karakter bilah, nilai artistik maupun latar belakang tradisi perkerisan yang melekat pada setiap pusaka.

Bagi Bambang Mujiarto, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat kekayaan budaya perkerisan Nusantara yang selama ini menjadi salah satu bidang yang diminatinya. Sementara itu, kehadiran Rudiana sebagai Pembina SAKETI turut memperlihatkan keterlibatan unsur pembina dalam mendukung ruang apresiasi terhadap warisan budaya dan tradisi Tosan Aji.

Pameran Gugah Gaman Cirebon tidak hanya menghadirkan keris sebagai benda koleksi, tetapi juga memperlihatkan luasnya khazanah pusaka Nusantara yang memiliki identitas dan karakter berbeda sesuai perjalanan tradisi di daerah asalnya.

Keberagaman koleksi yang ditampilkan menjadi gambaran bahwa tradisi perkerisan merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu terus dikenal, dipahami, dan mendapat ruang apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk unsur masyarakat, pemerhati budaya, kolektor, hingga para pemangku kepentingan.

Kehadiran dua tokoh tersebut di hari kedua pameran sekaligus menambah perhatian terhadap penyelenggaraan Gugah Gaman Cirebon 2026, yang berlangsung di lingkungan Pendopo Bupati Cirebon sebagai ruang pertemuan antara kekayaan budaya, tradisi, dan apresiasi terhadap warisan Tosan Aji Nusantara.

NIKO