literasi.co.id, KOTA CIREBON – Suasana hangat penuh nuansa musikal mewarnai gelaran Cirebon International Jazz Day yang berlangsung di Dapur’e Isun, Kampung Karang Jalak RW 08, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. pada Sabtu sore, (30/05/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan para pecinta dan pelaku musik jazz di Kota Cirebon dalam satu wadah silaturahmi yang sarat makna.
Acara ini digagas oleh Pangeran Djundi, seorang pecinta musik jazz yang juga bertindak sebagai fasilitator utama kegiatan.
Berkat inisiatif dan dukungannya, para musisi dari berbagai komunitas di Kota Cirebon dapat berkumpul dan menampilkan karya terbaik mereka dalam suasana penuh keakraban.
“Cirebon International Jazz Day bukan hanya menjadi ruang ekspresi bagi para musisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarinsan seni dan budaya di Kota Cirebon,” ujar Pangeran Djundi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Cirebon, H. Eman Sulaeman, yang tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi juga ikut berpartisipasi menghibur para hadirin dengan bernyanyi. Kecintaannya terhadap dunia tarik suara yang telah digeluti sejak lama menjadi daya tarik tersendiri dalam acara tersebut.
Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, yang memberikan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Agus Sukmanjaya menyampaikan bahwa kegiatan seni dan budaya seperti Jazz Day memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi daya tarik bagi perkembangan pariwisata Kota Cirebon.
“Pemerintah Kota Cirebon sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena mampu menjadi ruang kreativitas bagi para musisi lokal sekaligus memperkaya khazanah seni dan budaya daerah. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cirebon, H. Eman Sulaeman, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat para musisi lokal yang terus berkarya dan menjaga eksistensi musik jazz di Kota Cirebon.
“Musik merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan berharap dapat menjadi agenda rutin yang semakin mempererat kebersamaan masyarakat serta komunitas musik di Kota Cirebon,” tuturnya.
Acara semakin meriah dengan penampilan para musisi andalan Kota Cirebon. Formasi yang tampil terdiri dari Niko sebagai vokalis, Sony Kertaatmadja pada gitar, Asruzal pada bass, Dadi pada drum, serta Opik Anggita pada keyboard. Mereka membawakan empat lagu bergenre Jazz Rock yang diambil dari repertoar grup musik ternama seperti Toto, Shakatak, dan Level 42, yang berhasil memukau para penonton.
Tak hanya itu, kemeriahan juga terasa saat berlangsungnya sesi jam session yang melibatkan sejumlah musisi sekaligus instruktur musik Kota Cirebon, di antaranya Oka sebagai pemain drum dan Iim (Imron) sebagai gitaris serta instruktur musik. Sesi improvisasi tersebut menjadi ruang kolaborasi yang menunjukkan kualitas dan kreativitas para musisi lokal.
Kesuksesan penyelenggaraan Cirebon International Jazz Day juga didukung oleh tata suara profesional dari Tiga Negri Music House Cirebon, yang turut menghadirkan kualitas audio terbaik sepanjang acara berlangsung.
Melalui kegiatan ini, para musisi, komunitas seni, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat bersinergi dalam mengembangkan ekosistem musik di Kota Cirebon. Cirebon International Jazz Day pun menjadi bukti bahwa semangat berkesenian dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Kota Cirebon sebagai kota yang kaya akan kreativitas dan budaya.
(Dadang)






