Drainase Utama Buntu Sejak Lama, Air Kotor Meluap menggenang di Jalan Kalijaga Harjamukti Diduga Luput Pantauan Pemkot Cirebon

Peristiwa1035 Dilihat

Literasi.co.id, CIREBON 18 April 2026 – Saluran drainase yang seharusnya menjadi jalur utama pembuangan air di kawasan Jl. Pramuka Penegak/Penggalang, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, justru dibiarkan dalam kondisi tersumbat tanpa penanganan. Infrastruktur yang masuk kategori vital ini dinilai luput dari pemantauan pihak DPUTR Kota Cirebon, khususnya bidang Sumber Daya Air (SDA).

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah titik lain di Kota Cirebon yang pada akhir tahun 2025 telah dilakukan normalisasi, mulai dari pengerukan sedimentasi hingga penggantian sistem saluran menggunakan U-Ditch. Di lokasi ini, persoalan mendasar justru tidak tersentuh, meski dampaknya dirasakan langsung oleh warga setiap hari.

Drainase yang tersumbat menyebabkan air meluap ke badan jalan dan menggenang. Aktivitas warga terganggu, begitu juga para pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi. Genangan air kotor tepat berada di depan lapak makanan, memicu bau tidak sedap dan membuat pelanggan kesulitan bahkan sekadar untuk memarkir kendaraan. Titik terparah terlihat di seberang jalan area Lapangan Kebon Pelok.

Warga setempat bukan tanpa upaya. Pembersihan sampah hingga pengangkatan lumpur sudah dilakukan secara swadaya. Namun hasilnya nihil. Aliran air tetap tidak berjalan karena saluran sudah tersumbat secara permanen. Parahnya, panjang drainase yang nampak hanya sekitar 50 meter tanpa kelanjutan saluran dari hulu ke hilir, sehingga air hanya mengandalkan resapan tanah yang jelas tidak memadai.

Situasi ini membuka potensi masalah yang lebih serius. Genangan air kotor yang dibiarkan berlarut-larut berisiko menjadi sarang bakteri berbahaya seperti E.coli patogen, yang dapat memicu gangguan kesehatan bagi warga sekitar maupun yang beraktivitas di area tersebut.

Warga mendesak Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, untuk segera turun tangan. Mereka meminta adanya koordinasi cepat dengan DPUTR Kota Cirebon bidang SDA guna melakukan peninjauan langsung, dilanjutkan dengan langkah konkret berupa normalisasi saluran serta pembangunan jaringan drainase baru yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya aktivitas ekonomi warga yang terganggu, tetapi juga kesehatan lingkungan yang semakin terancam.

– NIKO –