GUGAH GAMAN CIREBON 2026 RESMI BERAKHIR, PESERTA BERHARAP SAKETI KEMBALI GELAR PAMERAN KERIS

Budaya632 Dilihat

Literasi.co.id, CIREBON — Pameran keris dan seni kriya Tosan Aji bertajuk Gugah Gaman Cirebon 2026 yang digelar Paguyuban SAKETI (Seni Kreatif Tosan Aji) resmi berakhir pada Minggu, 1 November 2026. Perhelatan budaya yang berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan R.A. Kartini No. 7, Kejaksan, Kota Cirebon, tersebut ditutup dengan suasana penuh kegembiraan, kebersamaan, dan apresiasi dari seluruh peserta pameran.

Sejak pembukaan pada Jumat, 30 Oktober 2026, hingga hari terakhir pelaksanaan, kegiatan ini berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Para peserta, pemerhati pusaka, pelaku seni, kolektor, serta masyarakat yang hadir menyambut kegiatan tersebut dengan penuh suka cita.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan hingga penutupan. Tidak hanya menjadi ajang pameran keris, Gugah Gaman Cirebon 2026 juga menjadi ruang silaturahmi dan pertemuan bagi para pelaku seni perkerisan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta mempererat hubungan antarkomunitas.

Harapan agar kegiatan serupa kembali diselenggarakan menjadi salah satu kesan kuat yang muncul dari para peserta. Mereka menilai pameran tersebut memberikan ruang yang sangat berarti bagi para pelaku Tosan Aji untuk memperkenalkan karya, menjaga tradisi, sekaligus membangun kebersamaan dalam melestarikan warisan budaya Cirebon.

SAKETI Hadirkan Ruang Apresiasi Budaya Perkerisan

Gugah Gaman Cirebon 2026 digagas oleh Paguyuban SAKETI bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, serta mendapat dukungan dari Kohin (AR Collection), tokoh pemerhati dan pelaku perkerisan Tosan Aji Nasional.

Mengusung tema “Gugah Gaman Cirebon” dengan subtema “Fajar Kebangkitan Ekosistem dan Tradisi Seni Kriya Perkerisan Pesisiran Cirebon”, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan tradisi perkerisan kepada masyarakat luas.

Pembukaan kegiatan pada 30 Oktober 2026 dilakukan langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian dan pengembangan warisan seni budaya daerah.

Sepanjang pelaksanaan, pengunjung disuguhkan beragam kegiatan yang memperlihatkan kekayaan seni dan budaya Cirebon. Mulai dari pameran keris dan pusaka, demonstrasi penempaan keris oleh empu muda Cirebon Lingga Nugraha, hingga talkshow mengenai Keris Cirebon bersama Jimmy S. Hariyanto, tokoh perkerisan nasional.

Tidak hanya itu, pameran lukisan, pertunjukan tari tradisional dari Sanggar Ni Mas Mayang Sari, serta seni bela diri Silat Padjadjaran turut melengkapi rangkaian acara.

Keberagaman kegiatan tersebut menjadikan Gugah Gaman Cirebon 2026 tidak sekadar sebagai ajang pameran benda pusaka, tetapi juga sebagai ruang pertemuan lintas seni yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.

Peserta Sambut dengan Sukacita, Harapkan Agenda Berkelanjutan

Berakhirnya Gugah Gaman Cirebon 2026 tidak mengurangi semangat para peserta untuk terus menjaga tradisi perkerisan. Sebaliknya, kegiatan ini meninggalkan kesan positif dan harapan agar pameran serupa dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan mendatang.

Bagi para peserta, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperlihatkan bahwa seni perkerisan masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Kehadiran para empu, perajin, kolektor, dan pemerhati pusaka dalam satu kegiatan juga memperlihatkan bahwa tradisi Tosan Aji tetap memiliki ekosistem yang perlu dipelihara bersama.

Pertanyaan mengenai kapan kembali digelarnya acara serupa menjadi gambaran besarnya antusiasme peserta terhadap kegiatan tersebut. Mereka berharap Gugah Gaman Cirebon tidak berhenti sebagai agenda satu kali, melainkan dapat berkembang menjadi kegiatan budaya berkelanjutan yang semakin luas jangkauannya.

Penutupan Berjalan Lancar, Semangat Pelestarian Tetap Menyala

Paguyuban SAKETI melalui penyelenggaraan Gugah Gaman Cirebon 2026 telah menghadirkan ruang apresiasi bagi seni kriya perkerisan pesisiran Cirebon. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga keberadaan benda pusaka, tetapi juga harus mempertahankan pengetahuan, keterampilan, serta regenerasi para perajin dan empu.

Dengan berakhirnya kegiatan pada Minggu, 1 November 2026, seluruh rangkaian pameran ditutup dalam suasana kondusif dan penuh kebersamaan.

Keberhasilan penyelenggaraan ini diharapkan menjadi pijakan bagi kegiatan budaya berikutnya, dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas, pelaku seni, dan masyarakat.

Gugah Gaman Cirebon 2026 telah usai, namun semangat untuk menjaga warisan budaya Cirebon diharapkan terus tumbuh. Harapan para peserta agar pameran keris kembali digelar menjadi pesan penting bahwa ruang apresiasi, silaturahmi, dan pelestarian budaya seperti ini masih sangat dibutuhkan.

NIKO