literasi.co.id, CIREBON – Dugaan manipulasi absensi elektronik oleh sekitar 1.320 ASN di Kabupaten Cirebon menggunakan aplikasi Fake GPS menjadi sorotan publik. Temuan ini memunculkan pertanyaan serius terkait integritas aparatur serta efektivitas pengawasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Aplikasi Fake GPS diduga digunakan untuk memalsukan lokasi saat melakukan absensi digital, sehingga pegawai terlihat berada di tempat kerja meski belum tentu hadir secara fisik. Jika terbukti, praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran disiplin, tetapi juga berpotensi berdampak pada kualitas pelayanan publik.
Besarnya jumlah ASN yang terindikasi membuat kasus ini dinilai tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu semata. Publik mempertanyakan sejak kapan dugaan praktik tersebut berlangsung, bagaimana sistem absensi dapat ditembus, serta sejauh mana pengawasan dari atasan langsung selama ini berjalan.
Terlebih, ASN yang terindikasi berasal dari berbagai perangkat daerah, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Saat ini BKPSDM Kabupaten Cirebon masih melakukan proses verifikasi dan klarifikasi terhadap ASN yang terdata. Karena itu, seluruh pihak yang diperiksa tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga proses selesai.
Meski demikian, masyarakat berharap hasil pemeriksaan dilakukan secara transparan dan tidak berhenti pada pembinaan semata apabila ditemukan pelanggaran yang terbukti. Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan disiplin ASN dan membangun birokrasi yang profesional, jujur, serta bertanggung jawab terhadap pelayanan publik.
– NIKO –






