literasi.co.id, Bandung – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB dalam hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Pakuan, Senin (28/4).
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam melakukan penguatan tata kelola perusahaan serta penyegaran jajaran komisaris dan direksi guna meningkatkan kinerja perusahaan di tengah tantangan sektor perbankan nasional.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa penunjukan Susi Pudjiastuti didasarkan pada rekam jejak kepemimpinan, integritas, independensi, serta kapasitas manajerial yang dinilai mampu memberikan kontribusi besar terhadap pengawasan dan arah strategis Bank BJB ke depan.
Menurutnya, kehadiran figur nasional dengan pengalaman panjang di pemerintahan dan dunia usaha diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong reformasi internal di tubuh bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia tersebut.
Dalam prosesnya, Susi Pudjiastuti dikabarkan sempat mempertimbangkan secara matang tawaran tersebut sebelum akhirnya menyatakan kesediaannya menerima amanah sebagai Komisaris Utama Independen. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan independen sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Meski telah ditetapkan melalui forum RUPST, pengangkatan tersebut masih menunggu persetujuan regulator melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan sebelum efektif dijalankan secara penuh.
Dalam RUPST yang sama, Bank BJB juga menyepakati pembagian dividen sebesar Rp900 miliar kepada para pemegang saham, sekaligus menetapkan sejumlah target strategis perusahaan, di antaranya peningkatan kesehatan bank, efisiensi operasional, penguatan digitalisasi layanan, dan penurunan rasio kredit bermasalah.
Penunjukan Susi Pudjiastuti dinilai menjadi sinyal kuat komitmen Bank BJB dalam memperkuat tata kelola korporasi dan mempercepat transformasi perusahaan menuju institusi perbankan daerah yang lebih kompetitif, adaptif, dan berdaya saing nasional.
-RED-






