TRAGEDI KECELAKAAN KERETA KRL COMMUTER LINE DI STASIUN BEKASI TIMUR

Peristiwa1066 Dilihat

literasi.co.id, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama pihak berwenang saat ini tengah fokus melakukan evakuasi dan penanganan lanjutan atas insiden kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Peristiwa bermula sekitar pukul 20.30 WIB di perlintasan sebidang Bulak Kapal, Bekasi Timur, ketika sebuah kendaraan taksi listrik diduga menerobos palang pintu perlintasan yang telah tertutup saat sinyal peringatan berbunyi. Pada saat bersamaan, KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang tengah melintas dan tidak dapat menghindari tabrakan dengan kendaraan tersebut.

Akibat insiden itu, KRL mengalami gangguan teknis dan terpaksa melanjutkan perjalanan secara terbatas hingga akhirnya berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas. Dalam kondisi tersebut, sistem perjalanan kereta di lintas yang sama mengalami gangguan koordinasi.

Sekitar pukul 20.50 WIB, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari arah barat menuju timur diduga tidak mendapatkan informasi secara optimal mengenai posisi KRL yang sedang berhenti di jalur 1. Akibatnya, terjadi benturan dari arah belakang yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada rangkaian KRL serta sebagian rangkaian KA jarak jauh tersebut.

Data Korban dan Dampak

Berdasarkan pendataan hingga Selasa (28/4) pukul 09.00 WIB, tercatat:

Korban Jiwa: 14 orang meninggal dunia. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Korban Luka: 84 orang saat ini sedang menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit mitra (RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, dan RS Siloam).

Layanan Commuter Line lintas Bekasi–Cikarang mengalami rekayasa operasi dengan titik pemberhentian terakhir di Stasiun Bekasi. Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara untuk proses penyelidikan.

PT KAI menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kejadian ini. Manajemen berkomitmen untuk memberikan santunan sesuai ketentuan yang berlaku serta menanggung biaya perawatan para korban luka. Saat ini, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama kepolisian tengah melakukan investigasi mendalam, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian di perlintasan sebidang maupun gangguan pada sistem komunikasi dan pengendalian perjalanan kereta.

Layanan Informasi Keluarga

Bagi keluarga penumpang yang memerlukan informasi terkini mengenai kondisi korban maupun barang bawaan, dapat langsung mendatangi Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur atau menghubungi Contact Center KAI di nomor 121.

PT KAI akan terus memberikan informasi secara berkala seiring dengan perkembangan di lapangan.

– RED –