Warga RW 13 Pegambiran Kerja Bakti Bersihkan Sungai, Soroti Pengelolaan Drainase dan Kabel PT KAI

Pemerintahan18 Dilihat

literasi.co.id, KOTA CIREBON – Warga RW 13 Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, melaksanakan kerja bakti membersihkan aliran air sungai sejak Minggu pagi.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus respons warga terhadap persoalan banjir yang berulang di wilayah tersebut. Minggu, (08/02/2026).

Jumadi Ketua RW 13 Pegambiran menyampaikan, kerja bakti difokuskan pada pembersihan aliran air di pintu keluar sungai yang selama ini diduga menjadi salah satu titik krusial terhambatnya aliran air saat hujan deras.

“Alhamdulillah, sejak pagi kami pengurus RW 13 bersama warga telah membersihkan aliran air sungai pintu keluar yang selama ini mungkin menjadi kendala terjadinya banjir,” ujar Jumadi disela-sela kerja bhakti.

Namun demikian, Ketua RW 13 juga menyoroti perlunya perhatian serius dari Pemerintah Kota Cirebon terkait pengelolaan drainase dan aliran sungai di kawasan permukiman padat penduduk.

Menurutnya, kondisi sungai yang dangkal serta drainase yang kurang optimal membutuhkan penanganan lebih dari sekadar kerja bakti warga.

“Kami tetap akan melaporkan ke tingkat kelurahan dan kecamatan agar dilakukan normalisasi aliran sungai. Kondisinya saat ini sudah dangkal dan perlu penanganan teknis dari pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, pihak RW juga mengkritisi keberadaan kabel optik yang melintang secara semrawut di bawah kolong gorong-gorong sungai.

Lokasi tersebut berada tepat di bawah jalur perlintasan kereta api, sehingga dinilai tidak hanya menghambat aliran air, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko lingkungan dan keselamatan.

“Kami akan melaporkan ke PT KAI terkait kabel-kabel optik yang melintang di bawah gorong-gorong. Penataannya perlu dibenahi karena berada di bawah jalur perlintasan kereta api dan berpotensi memperparah genangan air,” jelasnya.

Meski demikian, Ketua RW 13 mengapresiasi peran aktif warga yang telah terlibat langsung dalam kerja bakti tersebut.

Ia menegaskan bahwa kepedulian masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga lingkungan, namun harus dibarengi dengan dukungan dan respons nyata dari pihak terkait.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan warga yang terlibat. Semoga menjadi ladang amal. Tapi kami juga berharap ada sinergi yang lebih serius dari Pemkot Cirebon dan PT KAI dalam penanganan banjir dan penataan infrastruktur,” pungkasnya.

Ia pun mengajak seluruh warga untuk terus menjaga dan merawat lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa persoalan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

 

(Dadang)