Literasi.co.id, CIREBON — Suasana penuh keakraban dan nuansa religius terasa di lingkungan Pondok Pesantren Kebon Syarif Cibogo, Kota Cirebon, Jumat (25/9/2026). KH. Ma’dun Pimpinan Pondok Pesantren Kebon Syarif Cibogo menyambut kedatangan rombongan keluarga besar Abuya Tohawi Romli yang datang dalam jumlah ratusan orang menggunakan sebanyak 19 bus.
Kedatangan rombongan tersebut berlangsung di Masjid Kramat Syaikh Anwaruddin Kriyan, yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Kebon Syarif, Kampung Cibogo RT 002/RW 009, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Kegiatan dibuka dan dipimpin oleh Ustad Soleh. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan bernuansa keagamaan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar pesantren, para ulama, ustaz, santri, serta masyarakat yang hadir.
Rombongan yang hadir merupakan bagian dari keluarga besar Abuya Tohawi Romli, ulama sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah Cilongok, Banten.
Abuya Tohawi Romli dikenal sebagai salah seorang ulama dari Banten dan merupakan adik dari Abuya Uci Turtusi, ulama kharismatik yang dihormati di wilayah Banten.
Secara silsilah keluarga, Abuya Tohawi Romli lahir di Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Beliau merupakan putra dari Abuya Ahmad Dimyathi bin KH. Romli dan Hj. Nihayah binti KH. Agrat.
Kehadiran ratusan anggota rombongan menjadi bagian dari momentum silaturahmi lintas keluarga dan pesantren. Pertemuan tersebut diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan serta komunikasi antarpesantren dan para tokoh keagamaan.
Selain keluarga besar Pondok Pesantren Kebon Syarif Cibogo dan keluarga besar Abuya Tohawi Romli, acara tersebut turut dihadiri Ustad Yadi dan Ustad Ipul keluarga besar Pondok Pesantren Banjar Pinang dari Panjalu Kabupaten Ciamis yang mewakili Ustad Ence, serta Ustad Ikin Solihin dari Gemulung.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Para tamu dan keluarga besar pesantren berbaur dalam satu kegiatan yang mengedepankan nilai silaturahmi, penghormatan kepada ulama, serta kebersamaan.
Nuansa tradisi lokal juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan tersebut. Kesenian musik tradisional Gembyung turut dimainkan untuk menyambut kedatangan rombongan tamu.
Alunan musik Gembyung mengiringi suasana penyambutan dan kembali ditampilkan setelah rangkaian acara inti. Kehadiran kesenian tradisional tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi bentuk pelestarian budaya lokal yang tetap hidup berdampingan dengan tradisi pesantren.
Perpaduan antara kegiatan keagamaan, silaturahmi, dan seni tradisional tersebut menjadikan pertemuan di Masjid Kramat Syaikh Anwaruddin Kriyan bukan sekadar agenda kunjungan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan.
Melalui momentum tersebut, keluarga besar Pondok Pesantren Kebon Syarif Cibogo bersama para tamu yang hadir menunjukkan bahwa tradisi silaturahmi, penghormatan terhadap ulama, dan pelestarian budaya masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pesantren.
Kegiatan kemudian berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kekeluargaan hingga seluruh rangkaian acara selesai.
NIKO






