Literasi.co.id, CIREBON – Pameran keris bertajuk “KOPDAR GAMAN & GENERASI MUDA” resmi dibuka pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Baraja Coffee, Jalan Tuparev No. 60, Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Agustus 2026, tersebut dibuka gratis untuk masyarakat umum.
Mengusung semangat memperkenalkan, mengedukasi, sekaligus melestarikan warisan budaya Tosan Aji Nusantara, event ini menjadi ruang pertemuan antara komunitas keris, kolektor, empu, pecinta budaya, serta generasi muda.
Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi AR Colection (Kohin), Baraja Coffee, dan Paguyuban Saketi (Seni Ekraf Tosan Aji). Ketiganya bekerja sama menghadirkan event eksklusif yang tidak hanya menampilkan koleksi pusaka, tetapi juga membuka ruang edukasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal sejarah, seni, filosofi, dan nilai budaya yang terkandung dalam keris dan Tosan Aji.
Sejumlah rangkaian kegiatan menjadi bagian utama event ini, di antaranya Kopdar Komunitas Keris dan Budaya, Pameran Keris, Bursa Tosan Aji, edukasi keris untuk masyarakat umum, pameran dan edukasi budaya keris Nusantara, serta pameran keris khas Cirebon.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar mempertahankan benda pusaka, tetapi juga membangun pemahaman generasi muda terhadap warisan sejarah dan identitas budaya Nusantara.
Antusiasme terhadap kegiatan ini terlihat dari keikutsertaan sekitar 40 peserta pameran dan bursa keris yang datang dari berbagai wilayah di Pulau Jawa. Bahkan, peserta terjauh tercatat berasal dari Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Para peserta membawa dan memajang beragam koleksi Tosan Aji dan benda pusaka, mulai dari keris, tombak, kujang, hingga berbagai koleksi batu akik.
Koleksi yang ditampilkan juga memiliki latar belakang tangguh dan daerah asal yang beragam dari berbagai wilayah Nusantara. Kondisi tersebut membuat pameran tidak hanya menjadi tempat transaksi atau pertemuan komunitas, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat secara langsung keragaman tradisi Tosan Aji Indonesia.
Acara pembukaan dilakukan oleh kolektor sekaligus pecinta Tosan Aji muda, Adetya Moreno (Koleksi Venos).
Dalam sambutannya, Adetya menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya leluhur.
Menurutnya, keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan warisan adiluhung yang memiliki nilai seni dan budaya yang sangat kuat.
“Keris adalah warisan adiluhung leluhur yang patut dijaga dan dilestarikan. Di dalamnya terdapat unsur seni dan budaya yang sangat kuat. Jika bukan generasi muda yang menjaga, lalu siapa lagi?” ujar Adetya dalam sambutannya.
Pesan tersebut menjadi salah satu spirit utama penyelenggaraan KOPDAR GAMAN & GENERASI MUDA, yakni menjadikan budaya keris lebih dekat dengan generasi muda tanpa menghilangkan nilai historis dan filosofisnya.
Selain pameran, pengunjung juga mendapatkan kesempatan menyaksikan secara langsung demonstrasi proses menempa besi dasar untuk pembuatan keris yang dilakukan oleh Lingga Nugraha, seorang empu muda kebanggaan Cirebon
Prosesi tersebut turut melibatkan sejumlah tokoh yang hadir dalam pembukaan, termasuk Bambang ST., M.Si., owner Baraja Coffee.
Secara simbolis, Bambang ikut menempa besi dasar sebagai bagian dari demonstrasi pembuatan keris tersebut.
Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan dukungannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan.
Menurutnya, event yang memperkenalkan Tosan Aji kepada masyarakat memiliki nilai edukasi yang tinggi, terutama karena masyarakat dapat melihat secara langsung proses, sejarah, serta pengetahuan yang berkaitan dengan dunia perkerisan.
Bambang juga menyampaikan sejumlah pengetahuan mengenai Tosan Aji, termasuk bagaimana benda-benda pusaka tersebut telah dikenal dan dibuat sejak masa lampau, jauh sebelum perkembangan teknologi modern.
Ia menilai, keris dan Tosan Aji memiliki karakter material dan proses pengerjaan yang memiliki kekhasan tersendiri sehingga tidak dapat begitu saja disamakan dengan berbagai jenis senjata tradisional dari kebudayaan lain.
Momen menarik lainnya terjadi ketika Kohin dari AR Colection memberikan salah satu koleksi terbaiknya kepada Bambang ST., M.Si. sebagai tanda kenang-kenangan.
Koleksi tersebut berupa sebuah keris pusaka yang nantinya akan ditempatkan dan dipajang di sudut ruang khusus di Baraja Coffee.
Pemberian tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa ruang publik seperti di Baraja Coffee dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mendekatkan warisan budaya kepada masyarakat.
Dengan demikian, keris tidak hanya ditempatkan sebagai benda koleksi pribadi, tetapi juga dapat menjadi media untuk membangun ruang dialog dan edukasi mengenai sejarah serta budaya Nusantara.
Pembukaan KOPDAR GAMAN & GENERASI MUDA turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H.
Dalam kesempatan tersebut, Sophi Zulfia bersama Kohin dari AR Colection melakukan prosesi pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya pameran keris dan Tosan Aji.
Sebelumnya, Sophi Zulfia juga menyempatkan diri mengikuti secara simbolis proses menempa besi dasar dalam demonstrasi pembuatan keris yang dilakukan empu muda Cirebon, Lingga Nugraha.
Kehadiran unsur pemerintahan, komunitas, kolektor, empu, pelaku usaha, hingga generasi muda dalam satu kegiatan tersebut menunjukkan adanya ruang kolaborasi yang cukup luas dalam upaya menjaga keberadaan budaya Tosan Aji.
KOPDAR GAMAN & GENERASI MUDA tidak hanya diarahkan sebagai pameran benda pusaka, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya, mengenal pusaka, memahami sejarah, serta memperkenalkan warisan Tosan Aji kepada generasi muda.
Penyelenggara berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda yang berkelanjutan sehingga keris dan berbagai bentuk Tosan Aji tidak berhenti sebagai benda koleksi, melainkan tetap hidup sebagai bagian dari pengetahuan, seni, budaya, dan identitas masyarakat Nusantara.
Dengan dibukanya pameran selama dua hari pada 28–29 Agustus 2026, masyarakat Cirebon dan sekitarnya memiliki kesempatan untuk datang langsung ke Baraja Coffee, Jalan Tuparev No. 60, Kabupaten Cirebon, menikmati suasana pameran, melihat koleksi pusaka dari berbagai daerah, sekaligus memperoleh edukasi mengenai kekayaan budaya Tosan Aji Nusantara.
KOPDAR GAMAN & GENERASI MUDA, Melestarikan Budaya, Mengenal Pusaka, Merawat Warisan Tosan Aji Nusantara.
NIKO






