Literasi.co.id, Cirebon – Di bawah bentangan spanduk hijau bertuliskan Padepokan Santri Makom Albab, suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti momen peresmian yang berlangsung khidmat. Acara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi penanda lahirnya ruang baru untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi bagi umat dan masyarakat.
Peresmian ini dihadiri oleh jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta tokoh Makom Albab. Tampak hadir Pembina Makom Albab Dr. Ir. KH. Sangudi Muhammad, MM., KH. Sanedi, serta Bupati Cirebon selaku Ketua Dewan Pembina, Imron Rosyadi, yang turut memberikan doa dan restu atas berdirinya padepokan tersebut.
Dalam suasana sederhana namun sarat makna, prosesi peresmian dilakukan sebagai simbol dimulainya perjalanan baru. Padepokan Santri Makom Albab diharapkan menjadi pusat pembinaan karakter, penguatan spiritual, serta ruang silaturahmi bagi alumni dan santri yang tergabung dalam Makom Albab.
Dalam sambutannya, KH. Sangudi menekankan pentingnya menjaga ruh perjuangan Makom Albab agar tetap konsisten dalam membina umat. Ia mengingatkan bahwa kekuatan sebuah organisasi bukan terletak pada bangunannya, melainkan pada kekompakan dan keikhlasan orang-orang di dalamnya.
“Padepokan ini harus menjadi pusat lahirnya gagasan baru dan wadah memperkuat nilai keislaman serta kebersamaan yang menyejukkan. Jangan sampai semangatnya redup hanya karena kita lengah menjaga kebersamaan,” pesannya.
Sementara itu, Imron Rosyadi menegaskan bahwa berdirinya padepokan bukan sekadar tentang bangunan fisik, melainkan tentang komitmen bersama menjaga nilai keilmuan, akhlak, dan kebersamaan. Ia menekankan pentingnya pertemuan rutin yang terprogram agar ruh organisasi tetap hidup dan terjaga.
“Mengingat falsafah, kebaikan yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir. Karena itu, organisasi harus dikelola dengan baik dan terstruktur,” tandasnya.
“Padepokan ini adalah rumah. Rumah untuk belajar, memperbaiki diri, dan menguatkan ukhuwah,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan bahwa padepokan akan difungsikan sebagai ruang silaturahmi, diskusi, serta wadah menyerap aspirasi masyarakat guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Terkait pengembangan ekonomi kreatif, ia membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon bagi pengurus Makom Albab yang telah berkecimpung di sektor tersebut.
Ketua Makom Albab Cirebon, Drs. H. Bambang Idris, S.Pd., menyampaikan bahwa lahirnya padepokan ini merupakan jawaban atas kebutuhan pembinaan generasi muda di tengah tantangan zaman. Makom Albab, menurutnya, ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter serta mendorong kemandirian ekonomi.
“Kami ingin padepokan ini menjadi tempat berdiskusi, belajar bersama, dan merencanakan berbagai kegiatan positif. Bukan hanya mencetak santri yang cerdas, tetapi juga berakhlak, peduli, dan siap mengabdi untuk masyarakat. Ini adalah langkah kecil dengan cita-cita besar,” ujarnya penuh harap.
Pada kesempatan yang sama, Bendahara Makom Albab, Afriza Zayyed Al Pedro, melaporkan sejumlah kegiatan sosial yang telah dilaksanakan, di antaranya bakti sosial di Desa Ciledug Wetan berupa santunan yatim dan dhuafa, pemeriksaan kesehatan gratis, serta edukasi pangan alternatif berbahan sorgum.
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Makom Albab kepada masyarakat. Kami ingin hadir tidak hanya dalam forum diskusi, tetapi juga langsung menyentuh kebutuhan warga,” jelasnya.
Dalam momentum Ramadan mendatang, Makom Albab juga telah menyiapkan rangkaian buka puasa bersama di empat titik berbeda. Puncak kegiatan direncanakan digelar di Pendopo Dauwan, Kabupaten Cirebon, sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan kebersamaan antaranggota dan masyarakat.
Jajaran pengurus Makom Albab turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Cirebon selaku Ketua Dewan Pembina atas dukungan moral dan fasilitasi berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan selama ini.
Spanduk besar bertuliskan “Masa Khidmat 2025–2030” yang terpampang di lokasi acara menjadi pengingat bahwa perjalanan Makom Albab ke depan adalah ikhtiar panjang. Ada visi besar yang ingin diwujudkan, serta pengabdian yang terus dirawat demi kemaslahatan umat.
Peresmian Padepokan Santri Makom Albab menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan nilai keislaman tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Dari tempat yang tampak sederhana itu, harapan-harapan besar mulai ditanamkan—untuk umat, untuk generasi, dan untuk masa depan yang lebih baik.
NIKO | LITERASI.CO.ID






