literasi.co.id, INDRAMAYU – Kamis, 06-08-2026 || Seiring gencarnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis MBG di berbagai wilayah Indonesia, antusiasme masyarakat Kabupaten Indramayu terus meningkat.
Namun di tengah kabar sukses tersebut, sejumlah warga Kelurahan Kepandean mulai mempertanyakan kepastian operasional dapur layanan di wilayah mereka.
Program unggulan pemerintah yang dikelola Badan Gizi Nasional BGN ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Operasionalnya berpusat pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG.
*Antusiasme Sekaligus Ketidakpastian*
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa lokasi yang direncanakan menjadi dapur SPPG di Kelurahan Kepandean, Kecamatan Indramayu sudah terlihat. Sementara itu beberapa Kecamatan lain di Kabupaten Indramayu sudah mulai beroperasi.
” kami sering melihat dapur di beberapa wilayah lain, dan anak-anak sekolah kami juga dapat makan gratis setiap hari. Tentu kami sangat senang dan berharap program ini segera jalan di daerah kami,” ujar R, 38, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Kepandean.
“Namun kami masih bingung kapan pastinya akan dimulai, Apakah bulan ini atau tahun depan?”
Hal senada diungkapkan Am, 45, warga Kepandean. “Gedungnya sepertinya sudah siap, tapi belum terlihat aktivitas masak-memasak skala besar. Warga di sini sering bertanya-tanya.”
*Fokus pada Kualitas dan Standar*
Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu sebelumnya menyampaikan komitmen mendukung penuh program ini.
Rencananya puluhan SPPG akan disebar di seluruh Kecamatan guna menjamin jangkauan layanan. Satu unit SPPG diproyeksikan mampu melayani 3.000 hingga 5.000 penerima manfaat setiap harinya.
Salah satu fokus utama saat ini adalah mempercepat perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi SLHS untuk setiap dapur SPPG. Hal ini penting untuk memastikan makanan yang diproduksi memenuhi standar keamanan pangan. Pihak kepolisian pun rutin melakukan pengecekan ke lokasi dapur untuk meninjau kebersihan dan keamanannya.
*Menunggu Jadwal Resmi*
Warga berharap pihak terkait, baik Badan Gizi Nasional di tingkat pusat maupun dinas terkait di Pemkab Indramayu, dapat memberikan informasi transparan mengenai jadwal operasional penuh di masing-masing titik SPPG.
“Kami mohon ada kejelasan informasi, mungkin berupa pengumuman resmi di kantor kelurahan atau kecamatan. Warga juga berharap karyawannya bisa direkrut dari warga sekitar. Jadi kami tidak bertanya-tanya terus,” pungkas R.
Sementara itu secara nasional, Badan Gizi Nasional menyatakan operasional penuh program MBG dilaksanakan sejak Januari 2025, dengan fokus awal pada wilayah yang sudah memiliki kesiapan infrastruktur dan SDM memadai.
(Boby)






