literasi.co.id, INDRAMAYU – Kelangkaan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram atau “gas melon” semakin meresahkan masyarakat Indramayu dalam beberapa hari terakhir.
Warga di berbagai wilayah kecamatan harus menunggu berhari-hari hanya untuk mendapatkan satu tabung gas untuk kebutuhan memasak dan berjualan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu 5 Agustus 2026, sejumlah pangkalan dan pengecer resmi dipenuhi papan pengumuman bertuliskan “Gas Habis”.
Tak sedikit warga yang membawa tabung kosong berkeliling dari satu toko ke toko lain namun hasilnya nihil.
“Sudah keliling dari pagi ke tiga desa tetangga, tetap tidak dapat. Di mana-mana stoknya kosong,” ujar Mang Dedi 45, salah seorang penjual gorengan yang ditemui saat mengantre di salah satu pangkalan resmi di sekitar pasar Indramayu.
Kondisi ini langsung menghantam sektor usaha mikro. Para pedagang makanan kecil hingga warung kelontong mengaku kesulitan menjalankan usahanya akibat pasokan yang tersendat.
“Kalau tidak ada gas, kami tidak bisa jualan. Kalaupun ada di toko atau pangkalan harus menunggu beberapa hari,” keluhnya.
Meski harga gas 3 kg di tingkat pengecer belum melonjak drastis dan masih Harga Eceran Tertinggi HET yang ditetapkan pemerintah, kelangkaan yang terjadi justru membuat warga semakin kesulitan.
Menanggapi situasi ini, pihak terkait mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying yang justru dapat memperparah distribusi di lapangan.
Pengawasan terhadap skema distribusi tepat sasaran serta penyaluran pasokan tambahan melalui operasi pasar diharapkan segera direalisasikan guna menstabilkan ketersediaan gas melon di tengah masyarakat.
(Boby)






