Distribusi Susu Tersendat di Indramayu: Jangan Mainkan Hak Gizi Anak Bangsa

Literasi.co.id Indramayu 21/2/26 – Susu adalah kebutuhan gizi penting bagi anak-anak. Di dalamnya terdapat protein, kalsium, dan berbagai zat penting yang menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan. Negara mendorong pemenuhan gizi anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.Namun apa jadinya jika distribusi susu justru terhambat di tingkat lapangan?

Beberapa koperasi di Indramayu tengah berupaya menjalin kerja sama dengan distributor merek susu nasional demi memastikan pasokan tersedia bagi anggota dan masyarakat. Niatnya jelas: menjaga kelancaran usaha sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang layak.

Namun yang terjadi justru memprihatinkan. Setiap kali komunikasi dilakukan dengan pihak sales distributor, jawaban yang diterima selalu sama: stok kosong. Berhari-hari dikonfirmasi, tetap dengan alasan yang sama. Tanpa kejelasan waktu pengiriman. Tanpa penjelasan tertulis. Tanpa transparansi.

Jika permintaan tinggi namun pasokan tak kunjung tersedia, publik berhak mempertanyakan manajemen distribusi tersebut. Dalam sistem bisnis yang sehat, meningkatnya kebutuhan seharusnya diantisipasi dengan perencanaan stok yang matang. Bukan justru dihadapkan pada alasan berulang yang menimbulkan kecurigaan.
Apakah ini murni persoalan teknis? Ataukah ada sistem distribusi yang tidak transparan? Pertanyaan ini layak dijawab secara terbuka.

Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh. Jika dibiarkan, bukan hanya koperasi yang dirugikan, tetapi masyarakat luas yang kesulitan memperoleh produk susu. Dampaknya bisa merembet pada terganggunya pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Dalam konteks pengawasan, Dinas Perdagangan Kabupaten Indramayu tidak boleh tinggal diam. Evaluasi distribusi harus dilakukan secara tegas dan objektif. Begitu pula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu diharapkan memastikan ketersediaan pangan bergizi tetap terjaga.

Distributor dan kepala cabang di Indramayu juga harus memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Transparansi adalah kunci. Jika memang ada keterbatasan stok nasional, jelaskan secara terbuka. Jika ada kendala teknis, sampaikan secara tertulis. Namun jika terdapat praktik yang tidak adil dalam pendistribusian, maka itu harus segera dihentikan.
Hak anak atas gizi tidak boleh menjadi korban kelalaian distribusi. Susu bukan sekadar angka penjualan. Ia adalah bagian dari investasi masa depan bangsa.

Kami, konsumen meminta pemerintah daerah segera turun tangan dan memastikan persoalan ini tidak berlarut-larut. Jika tidak ada perbaikan dalam waktu dekat, maka langkah lanjutan akan dipertimbangkan demi menjaga kepentingan masyarakat luas.
Karena ketika distribusi pangan bergizi terganggu, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi perusahaan—melainkan masa depan generasi Indonesia.

Hisam