KPK OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan dan Uang Lebih dari Rp2 Miliar Disita

Hukum1035 Dilihat

Literasi.co.id, JAKARTA, 29 Juli 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, pada Selasa (28/7/2026) malam. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 21 orang dari sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah diselidiki.

Berdasarkan keterangan KPK, lima orang diamankan di Jakarta, lima belas orang di Kabupaten Pemalang, dan satu orang di Kabupaten Purworejo. Dari seluruh pihak yang diamankan, sebanyak 12 orang telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Seiring pelaksanaan OTT, tim penyidik juga melakukan tindakan lanjutan berupa penyegelan sejumlah lokasi, termasuk ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pemalang serta dua rumah yang diduga berkaitan dengan penyidikan.

Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai lebih dari Rp2 miliar. Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkap asal-usul uang maupun keterkaitannya secara rinci dengan perkara yang sedang didalami.

Hingga Rabu (29/7/2026), seluruh pihak yang diamankan masih berstatus terperiksa. KPK menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap alat bukti, memeriksa peran masing-masing pihak, serta menyusun konstruksi perkara sebelum menetapkan tersangka dan menyampaikan pasal yang akan dikenakan.

Informasi awal yang berkembang menyebut perkara ini diduga berkaitan dengan penerimaan dari proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang serta dugaan praktik jual beli jabatan. Meski demikian, KPK menegaskan bahwa rincian perkara akan diumumkan secara resmi setelah proses pemeriksaan dan gelar perkara selesai.

KPK diperkirakan akan menggelar konferensi pers setelah masa pemeriksaan awal berakhir untuk menyampaikan perkembangan terbaru, termasuk penetapan tersangka, kronologi lengkap perkara, nilai barang bukti, serta peran masing-masing pihak yang terlibat.

RED