KUWU WARMIN TEKANKAN BSPS TRANSPARAN, TANGGAPI ISU PUNGLI DAN PENETAPAN PENERIMA

Musyawarah486 Dilihat

literasi.co.id, INDRAMAYU – Kepala Desa Panyindangan Wetan, *Warmin*, akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan miring terkait dugaan penyimpangan Dana *BSPS – Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya* dan kelalaian proses di desanya.

Dalam Musyawarah Desa yang digelar Senin, 27 Juli 2026, Kuwu Warmin menegaskan bahwa seluruh program pembangunan dijalankan murni untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk keuntungan pribadi.

“Program BSPS telah melalui proses sesuai Juknis dan dilaksanakan secara transparan melalui musyawarah bersama Calon Penerima Bantuan,” tegas Warmin.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor ke Tim BSPS atau Pemerintah Desa jika menemukan adanya permintaan uang atau praktik pungli yang mengatasnamakan program tersebut.

*Data Telah Melalui Verifikasi dan Validasi*
Asisten Koordinator BSPS, *Yoga, ST.*, yang hadir dalam musyawarah menjelaskan bahwa seluruh data calon penerima telah melalui tahapan verifikasi dan validasi di lapangan.

Terkait isu yang berkembang, Yoga meminta masyarakat untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak desa dan Koordinator Pengusung.

“BSPS yang berjalan saat ini merupakan hasil usulan dari pengusung. Memang ada warga yang belum tersaring karena belum memenuhi kriteria atau belum diusulkan,” jelas Yoga.

Yoga juga menegaskan agar penerima bantuan tidak melayani praktik pungli, baik yang mengatasnamakan Pemdes, Pengusung, maupun Tim BSPS.

“Kami hadir di sini untuk menjalankan visi dan misi Kementerian Perumahan,” tambahnya.

*Pengusung Minta Maaf, Ratingkem dan Dawang Mundur*
Wakil Pengusung, *Masroni*, menyampaikan permohonan maaf.

Ia mengakui proses pengumpulan data berlangsung mendesak dan memakan waktu lama, sehingga tidak semua warga bisa masuk dalam daftar.

“Ke depan kami berkomitmen proses akan lebih terbuka dan transparan,” ujar Masroni.

Terkait nama *Ibu Ratingkem* sebagai Calon Penerima Bantuan, Masroni menyampaikan bahwa melalui hasil musyawarah, Ibu Ratingkem bersedia mengundurkan diri secara legowo demi kemaslahatan bersama.

Sementara itu, *Dawang* yang hadir dalam forum tersebut juga menyampaikan telah membuat surat pengunduran diri dari jabatan Koordinator Lapangan wakil pengusung BSPS di Panyindangan Wetan.

Namun ia menyatakan siap membantu masyarakat secara sukarela jika dibutuhkan.

*Ajak Warga Jaga Semangat Gotong Royong*
Menutup musyawarah, Kuwu Warmin mengajak warga untuk mengedepankan kebersamaan dan tidak mudah terprovokasi.

Pihaknya juga membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi warga yang ingin memberikan masukan.

“Transparansi dan musyawarah adalah prinsip kami. Mari kita bangun desa dengan hati yang bersih dan niat yang tulus,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi ini, Pemerintah Desa Panyindangan Wetan berharap masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang dan tidak terjebak pada narasi sepihak yang dapat menimbulkan kegaduhan.

*Reporter:* Tim Redaksi