BANJIR BANDANG TERJANG WISATA GUCI TEGAL, FASILITAS PAMANDIAN AIR PANAS RUSAK PARAH

Peristiwa1018 Dilihat

Literasi.co.id, TEGAL 20 Desember 2025 — Kawasan wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang pada Sabtu, 20 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras berkepanjangan di wilayah lereng Gunung Slamet, yang menyebabkan aliran sungai di kawasan tersebut meluap dan menghantam area wisata.

Banjir bandang membawa material lumpur, pasir, batu, kayu, serta instalasi pipa air panas, yang mengakibatkan kerusakan serius pada fasilitas wisata. Salah satu titik terdampak terparah adalah Pemandian Air Panas Pancuran 13, yang dilaporkan hilang atau tergerus arus deras. Selain itu, jembatan penyeberangan pengunjung hanyut, sementara sejumlah kolam dan akses wisata tertutup material banjir.

Akibat kejadian ini, pengelola wisata menutup sementara area terdampak, khususnya di sekitar Pancuran 13, guna menghindari risiko keselamatan bagi pengunjung. Aparat kepolisian dan petugas setempat juga telah memasang garis pembatas serta melakukan pengamanan lokasi, sekaligus mengevakuasi wisatawan dan pekerja yang berada di sekitar titik rawan.

Banjir bandang juga berdampak pada terganggunya suplai air panas ke sejumlah hotel dan vila di kawasan Guci akibat putusnya pipa instalasi. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material ditaksir cukup besar.

Sejumlah pihak menyoroti bahwa selain faktor cuaca ekstrem, kondisi lingkungan di kawasan hulu Gunung Slamet turut berkontribusi terhadap terjadinya banjir bandang. Kerusakan tutupan hutan dan tata kelola daerah aliran sungai (DAS) dinilai memperparah laju air saat hujan deras.

Pihak pengelola bersama pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan kerusakan, pembersihan material, serta evaluasi keamanan lokasi, sebelum kawasan wisata Guci kembali dibuka secara penuh untuk umum.

Berita ini disampaikan sebagai informasi kepada publik agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke kawasan pegunungan di tengah musim hujan.

 

NIKO | LITERASI.CO.ID