Video Dugaan Pesta LGBT di Tempat Hiburan Malam Cirebon Viral, Ketua AMX Cirebon Raya Desak Tindakan Tegas

Pemerintahan13 Dilihat

literasi.co.id, KOTA CIREBON — Sebuah video yang diduga menampilkan aktivitas pesta LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Kota Cirebon viral di media sosial dan menuai perhatian luas dari masyarakat.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat dua pasangan pria sesama jenis berjoget mengikuti irama musik. Video tersebut juga menampilkan adegan yang dinilai tidak pantas untuk ruang publik.

Selain itu, sejumlah orang tampak naik ke atas panggung dengan mengenakan pakaian dalam wanita, sehingga memicu beragam reaksi keras dari warganet.

Tak hanya video, materi promosi atau iklan acara yang diduga berkaitan dengan kegiatan tersebut juga turut tersebar di media sosial.

Dalam unggahan promosi itu, tampak dua pria hanya mengenakan pakaian dalam wanita, yang semakin menguatkan dugaan adanya acara tersebut di salah satu tempat hiburan malam di Cirebon.

Menanggapi viralnya video dan materi promosi tersebut, Ketua AMX Cirebon Raya, Mohamad Hayat, angkat bicara. Ia mengaku sangat prihatin dan menyayangkan beredarnya video dan foto yang dinilainya telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Cirebon.

“Saya sangat prihatin dan menyayangkan jika benar ada pesta yang diduga LGBT di tempat hiburan malam wilayah Kota Cirebon. Pemerintah daerah seharusnya lebih peka, mengingat Cirebon dikenal sebagai kota wali dan kota spiritual. Jangan sampai nilai-nilai itu hanya menjadi slogan,” ujar Mohamad Hayat, Kamis (22/1/2026).

Masih di kesempatan yang sama, Mohamad Hayat menambahkan bahwa sebagai kota wali dan kota religi, Cirebon berpotensi mengalami gejolak moral apabila hal-hal semacam ini dibiarkan tanpa penanganan serius.

“Oleh karena itu, Ketua AMX Indonesia Cirebon Raya perlu kiranya menyampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk mencabut atau menutup HELLEN.S PUB yang terletak di Jalan Tuparev tersebut. Cirebon bukan kota kaum gay, lesbian, biseksual, dan juga jangan sampai menjadi kota peredaran narkoba,” tegasnya.

Mohamad Hayat yang juga dikenal sebagai pemerhati masyarakat mengaku terkejut apabila dugaan pesta LGBT tersebut benar terjadi di wilayah Cirebon.

Ia menilai sikap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum sejauh ini terkesan belum menunjukkan respons yang tegas terhadap persoalan tersebut.

“Jika dibiarkan, hal ini berpotensi menimbulkan kegaduhan dan gejolak di tengah masyarakat. Pemerintah bersama aparat penegak hukum harus hadir dan bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut, M. Hayat mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran video dan iklan yang beredar, serta mengambil langkah hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan.

Selain itu, ia juga mengajak para tokoh agama, ulama, kiai, serta pimpinan pondok pesantren untuk turut bersuara dan tidak tinggal diam menyikapi fenomena tersebut.

“Tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai sosial dan kearifan lokal Cirebon. Jangan hanya fokus pada aktivitas internal keagamaan, tetapi juga aktif mengingatkan pemerintah demi kemaslahatan bersama,” tutup M. Hayat.

(Dadang)