Jejak Sang Pionir Toleransi: Kesan Mendalam Pendeta Danang untuk Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi. S.E

Pemerintahan, Religi137 Dilihat

literasi.co.id, JEPARA – Menjelang kepindahan Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., dari jabatannya sebagai Dandim 0719/Jepara ke penugasan baru di Jakarta, apresiasi dari berbagai tokoh masyarakat terus mengalir. Minggu, (30/11/2025).

Salah satunya datang dari Pendeta Danang Kristiawan, sosok pemuka agama yang sangat dihormati dan dikenal luas sebagai pendeta GITJ Jepara, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja se-Kabupaten Jepara, sekaligus Wakil Ketua FKUB Kabupaten Jepara.

Pendeta Danang memberikan kesan mendalam tentang kepemimpinan Letkol Arm Khoirul Cahyadi selama bertugas di Jepara.

Ia menilai bahwa sang Dandim merupakan figur luar biasa yang membawa angin segar dalam upaya memperkuat toleransi antarumat beragama di wilayah Jepara.

Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan oleh Letkol Khoirul bukan sekadar program, tetapi terobosan yang hanya mampu diwujudkan oleh seorang pionir.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Resik-resik Tempat Ibadah, yakni kegiatan gotong royong membersihkan masjid, gereja, vihara, hingga pura bersama seluruh komponen masyarakat.

Pendeta Danang menyebut bahwa program ini belum pernah ada sebelumnya, baik di Jepara maupun di wilayah Jawa Tengah bahkan di tingkat nasional.

Kehadiran program ini tidak hanya menciptakan kebersihan fisik, namun juga melahirkan kedekatan emosional antarumat beragama.

“Beliau membangun toleransi dengan cara yang sangat unik. Program resik-resik tempat ibadah adalah langkah pionir yang menyatukan semua umat. Ini luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Pendeta Danang.

Ia juga menekankan bahwa setiap kegiatan selalu melibatkan unsur Forkopimda dan Forkopimcam, sebuah bentuk kolaborasi yang melampaui sekadar formalitas.

Keterlibatan para pejabat daerah ini, menurutnya, menambah kedekatan antara pemerintah dan masyarakat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan saling mendukung.

Selain itu, Pendeta Danang melihat bahwa kegiatan resik-resik bukan hanya simbol kebersihan, tetapi juga simbol persatuan.

Masyarakat lintas agama bekerja bersama dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa perbedaan bukan halangan untuk saling membantu.

“Sosok Dandim Khoirul Cahyadi ini bukan hanya pemimpin militer, tetapi pemimpin yang mampu membangun relasi lintas agama secara tulus. Beliau benar-benar meninggalkan jejak toleransi yang tak terlupakan bagi Jepara,” imbuhnya.

Pendeta Danang berharap bahwa semangat dan teladan yang ditinggalkan oleh Letkol Arm Khoirul Cahyadi dapat terus dilanjutkan oleh semua pihak, sehingga Jepara semakin menjadi daerah yang damai, toleran, dan rukun dalam keberagaman.

“Beliau akan bertugas ke Jakarta, tetapi jejak toleransinya akan selalu hidup di hati kami,” tutup Pendeta Danang.

(Red)