Literasi.co.id, CIREBON – Fasilitas kesehatan seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan memudahkan masyarakat. Namun, kenyataan di Puskesmas Ciperna, Jl. Jendral Sudirman No. 256, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, justru berbanding terbalik.
Warga dari wilayah Sampiran, Plaosan, dan sekitarnya mengeluhkan bagian penerima pendaftaran dinilai tidak ramah, minim komunikasi dan informasi, bahkan sering melayani dengan sikap yang tak mengenakan. Bukan hanya itu, prosedur pengajuan surat rujukan untuk ke rumah sakit atau layanan medis lain pun disebut-sebut dipersulit.
“Sudah pernah saya minta rujukan, jawabannya cuma ‘nanti, nanti’ tanpa adanya keterangan, sampai akhirnya tidak dapat sama sekali,” ungkap seorang warga dengan nada jengkel.
Akibatnya, sebagian warga memilih meninggalkan Puskesmas Ciperna dan berobat ke Puskesmas Beber yang jaraknya lebih jauh. “Biar agak jauh dan ngantri lama, tapi di Puskesmas Beber pelayanannya enak, ramah, dan bikin nyaman. Kalau di Ciperna, pelayanannya nyebelin,” ujar warga lainnya.
Hasil penelusuran awak media menemukan bahwa keluhan ini telah sampai ke pihak Kuwu Sampiran melaporkan buruknya pelayanan tersebut. Saat media berulang kali mendatangi Puskesmas Ciperna untuk meminta klarifikasi, Kepala Puskesmas Hj. Maemunah tidak dapat ditemui karena sedang cuti menunaikan ibadah umrah. Setelah menunggu hingga hampir dua pekan, akhirnya Awak media dapat dilayani dan lakukan konfirmasi dengan seorang staf perwakilan.
Pantauan di lokasi juga mengungkap kondisi mencolok, Puskesmas Ciperna terlihat sepi, tanpa antrean panjang yang berarti seperti di puskesmas lainnya. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa masyarakat mulai enggan memanfaatkan layanan di sana.
LSM yang peduli pada hak-hak masyarakat kini angkat bicara. “Kami siap mendampingi warga untuk melaporkan masalah ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Pelayanan publik adalah hak, masyarakat” tegas seorang perwakilan LSM.
Langkah aduan resmi ke Dinas Kesehatan diharapkan menjadi momentum perbaikan. Masyarakat menuntut agar Puskesmas Ciperna dapat dibenahi total mulai dari sikap pegawai kepada warga yang datang berobat, prosedur administrasi, hingga jaminan kemudahan akses rujukan bagi pasien.
Jika pelayanan kesehatan menjadi momok yang dihindari, untuk apa ada puskesmas di tengah masyarakat? [ RED ]







