Literasi.co.id – Cirebon, 20 Agustus 2025 – Guru sering dijuluki sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Namun belakangan ini muncul pandangan keliru yang menyebut profesi ini sebagai beban pemerintah. Anggapan tersebut mendapat tanggapan keras dari berbagai kalangan.
puluhan tahun mengabdi, pemerintah Indonesia menganggap guru sebagai beban. Pandangan ini dinilai sangat keliru dan mencerminkan gagalnya kebijakan pemerintah dalam menghargai peran tenaga pendidik.

Media Investigasi.Co.Id menemukan fakta bahwa ribuan guru honorer tetap hidup dengan gaji minim tanpa kepastian status. Alih-alih diberdayakan, guru sering diperlakukan sebatas angka dalam pos anggaran belanja negara. Paradigma semacam ini menimbulkan keresahan dan meruntuhkan martabat profesi guru yang seharusnya menjadi pilar utama pembangunan bangsa.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa dilepaskan dari peran guru. Oleh karena itu, sudah sepatutnya guru dihargai sebagai profesi mulia yang memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya dalam mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan moral peserta didik.

.
Pemerintah seharusnya memberi dukungan penuh, agar para pendidik mendapatkan kehidupan yang layak.
dukungan pemerintah dapat diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan, penyediaan sarana prasarana yang memadai, serta pelatihan berkelanjutan bagi tenaga pendidik. Dengan begitu, kualitas pendidikan nasional akan meningkat seiring dengan kualitas guru yang terjamin.
Pemerintah harus segera mengubah cara pandang terhadap profesi pendidik/guru, memperbaiki sistem rekrutmen, dan meningkatkan kesejahteraan guru. Tanpa langkah nyata, cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa akan terancam hanya menjadi jargon politik tanpa realisasi.
( Hisam )







