Penemuan Satu Keluarga Meninggal di Rumah Pribadi Haji Sahroni, Indramayu

Hukum, Kriminal, Peristiwa1338 Dilihat

Literasi.co.id, INDRAMAYU, 02 September 2025 – Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga Kabupaten Indramayu pada Senin (01/09) malam. Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di rumah pribadi almarhum H. Sahroni (75), seorang pensiunan Bank BJB sekaligus pengusaha walet, yang berlokasi di Jl. Siliwangi RT 05/RW 03, Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Penemuan ini berlangsung sekitar pukul 17.55 hingga 23.00 WIB setelah beberapa saksi dan keluarga mencoba mengecek kondisi rumah korban yang terkunci rapat selama beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data sementara, korban terdiri dari lima orang:

1. H. Sahroni bin almarhum H. Toyib (75 tahun) – pensiunan Bank BJB, pemilik rumah.

2. Budi (45 tahun) – anak korban pertama, wiraswasta.

3. Euis (40 tahun) – istri almarhum Budi, ibu rumah tangga.

4. Ratu (6 tahun) – anak pertama almarhum Budi.

5. Bela (3 tahun) – anak kedua almarhum Budi.

Kecurigaan bermula saat Titin (50 tahun), keponakan almarhum H. Sahroni, tidak dapat menghubungi korban sejak tiga hari terakhir. Ia kemudian meminta bantuan kepada Ema (45 tahun), tetangga korban, yang bersama anaknya Apriana (24 tahun) dan rekannya Nana mendatangi rumah korban.

Setibanya di lokasi, rumah dalam keadaan terkunci. Setelah pintu berhasil dibuka secara paksa, para saksi melakukan pencarian di sejumlah ruangan namun tidak menemukan penghuni rumah. Pencarian berlanjut ke bagian gudang belakang, di mana para saksi mendapati gundukan tanah mencurigakan. Setelah digali, terlihat bagian tubuh manusia.

Sontak para saksi langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 18.30 WIB, jajaran Polsek Indramayu bersama Tim Inavis Polres Indramayu tiba di lokasi dan melakukan olah TKP hingga pukul 22.30 WIB. Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang untuk keperluan autopsi.

Temuan Sementara di TKP

Kondisi rumah sudah tidak beraturan, banyak bercak darah ditemukan di beberapa bagian rumah.

Proses evakuasi dan penyelidikan dilakukan oleh:

Babinsa Ramil 1601/Indramayu, Sertu Nurjono. Kapolsek Indramayu, AKP Indrie Hapsari, SH beserta anggota. Tim Inavis Polres Indramayu. Aparat Kelurahan Paoman

Hingga saat ini, kepolisian menyatakan bahwa peristiwa tersebut diduga merupakan tindak kekerasan dengan jumlah korban lima orang dalam satu keluarga. Motif pembunuhan masih dalam tahap penyelidikan intensif.

Polres Indramayu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

  [ Moh. Saefulloh]