Literasi.co.id, Jakarta – 7 November 2025.Suasana tenang di SMA Negeri 72 Jakarta mendadak berubah mencekam pada Jumat siang, saat terjadi ledakan di area masjid sekolah di Jalan Prihatin No. 87, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Insiden ini terjadi bertepatan dengan waktu Salat Jumat dan mengakibatkan puluhan siswa luka-luka.
Menurut keterangan kepolisian, ledakan terjadi dua kali—pertama di bagian dalam masjid, disusul satu lagi di area depan. Suara ledakan terdengar hingga radius ratusan meter, memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Tim Gegana Polda Metro Jaya segera dikerahkan untuk mengamankan lokasi, sementara seluruh siswa dievakuasi.
Kapolri dan Kapolda Metro Jaya yang turun langsung ke lokasi menyebut indikasi awal menunjukkan ledakan berasal dari bom rakitan yang dibawa oleh seorang siswa. Sumber internal menyebut siswa tersebut diketahui sering menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Diduga, aksi tersebut merupakan bentuk pelampiasan dendam pribadi atau upaya bunuh diri, namun penyelidikan masih berlangsung.
Akibat kejadian itu, sekitar 50–60 orang mengalami luka-luka, sebagian besar siswa. Korban mengalami luka bakar ringan, sobekan akibat serpihan kaca, hingga gangguan pendengaran. Para korban kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit sekitar Jakarta Utara, sementara pihak sekolah dan pemerintah daerah memberikan pendampingan medis dan psikologis.
Pihak kepolisian menegaskan, belum ada indikasi kuat bahwa ledakan ini terkait jaringan terorisme, namun seluruh kemungkinan tetap diselidiki, termasuk sumber bahan peledak dan asal perakitannya. Area masjid kini ditutup total untuk pemeriksaan forensik.
Gubernur DKI Jakarta menyampaikan duka dan empati kepada seluruh korban dan keluarga, serta menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan dan kondisi psikologis siswa di seluruh sekolah negeri.
“Ini menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk lebih peka terhadap perundungan di lingkungan pendidikan,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Warga sekitar juga diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi spekulatif yang belum terverifikasi. Aparat mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan barang atau aktivitas mencurigakan di sekitar sekolah.
NIKO | LITERASI.CO.ID







