Literasi.co.id, Jayapura, 25 November 2025 — Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan duka cita mendalam serta permintaan maaf atas meninggalnya Irene Sokoy, seorang ibu hamil dari Kampung Hobong, Distrik Sentani, yang wafat bersama bayi dalam kandungannya setelah diduga ditolak oleh empat rumah sakit di Kota Jayapura. Peristiwa memilukan ini memicu evaluasi besar-besaran terhadap layanan kesehatan di Papua.
Tragedi bermula ketika Irene mengalami kontraksi hebat pada 16 November 2025. Keluarga membawanya dari kampung menggunakan speedboat menuju RSUD Yowari. Kondisinya memburuk, sementara keluarga mengeluhkan lambannya pelayanan dan ketiadaan dokter kandungan. Ambulans baru tiba lebih dari satu jam setelah diminta.
Keluarga kemudian mencari pertolongan ke sejumlah fasilitas kesehatan lain. Namun, menurut kesaksian keluarga, Irene menghadapi rangkaian penolakan: mulai dari ruang rawat yang tidak layak, ketiadaan dokter, hingga alasan administratif seperti ruang BPJS penuh serta permintaan uang muka untuk kamar VIP. Total empat rumah sakit didatangi malam itu, tetapi tak satu pun menerima Irene sebagai pasien gawat darurat.
Dalam perjalanan menuju RS rujukan terakhir, kondisi Irene memburuk. Sesak napas parah dan kelelahan hebat membuat keluarga kembali ke RS sebelumnya. Namun begitu tiba sekitar pukul 05.00 WIT, Irene dan bayi yang dikandungnya dinyatakan meninggal.
Menanggapi kejadian ini, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengeluarkan pernyataan resmi. “Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada keluarga. Tragedi ini adalah tamparan keras bagi kami. Pelayanan kesehatan yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru gagal menjalankan tugasnya,” tegasnya.
Gubernur menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap seluruh rumah sakit di wilayahnya. Termasuk kemungkinan pencopotan direktur rumah sakit yang terbukti lalai. Pemerintah Provinsi juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan pelanggaran SOP, administrasi pasien gawat darurat, hingga potensi kelalaian tenaga medis.
Polda Papua kini membentuk tim investigasi khusus untuk mengumpulkan keterangan dari pihak rumah sakit dan memastikan proses pelayanan medis pada malam kejadian berjalan sesuai prosedur.
Tragedi kematian Irene Sokoy memicu kemarahan publik dan menjadi simbol buruknya tata kelola layanan kesehatan di Papua. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperbaiki sistem layanan kesehatan agar setiap warga, terutama ibu hamil, tidak lagi kehilangan nyawa karena kegagalan prosedur dan pelayanan dasar.
Pemerintah Papua menegaskan: kejadian ini tidak boleh terulang.
NIKO | LITERASI.CO.ID







