Warga Kalisapu Tolak Produksi Pakan Ternak Berbahan Ikan Busuk, Bau Menyengat Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Harian

Edukasi, Pemerintahan137 Dilihat

literasi.co.id, CIREBON – Ratusan warga Desa Kalisapu, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, menyampaikan penolakan keras terhadap aktivitas produksi pakan ternak berbahan dasar ikan tak layak konsumsi yang diduga menimbulkan bau busuk dan mengancam kenyamanan serta kesehatan masyarakat. Rabu, (26/11/2025).

Penolakan ini muncul setelah warga selama berbulan-bulan merasakan bau menyengat yang diduga berasal dari proses pengolahan dan penjemuran bahan baku pakan ternak tersebut.

Aktivitas produksi yang berada di Blok Jenawi, Desa Grogol, diketahui berjarak sangat dekat dengan permukiman penduduk, sehingga dampaknya langsung dirasakan masyarakat sekitar.

Salah satu warga, Agus Musoli, mengungkapkan bahwa bau busuk sudah lama dirasakan warga, namun beberapa pekan terakhir menjadi semakin parah.

Kondisi ini membuat warga resah dan khawatir terhadap kesehatan keluarga mereka.

“Bau sangat menyengat, terutama saat proses pengolahan dan penjemuran. Kami merasa terganggu dan khawatir terhadap kesehatan anak-anak,” ujar Agus Musoli.

Usaha produksi pakan ternak tersebut diketahui milik Sanudi, warga Desa Grogol.

Warga menilai kegiatan tersebut tidak memenuhi standar kenyamanan lingkungan, terutama karena lokasinya berdekatan dengan rumah penduduk dan tidak memiliki pengelolaan limbah yang memadai.

Merasa tidak mendapatkan kepastian atau tindakan dari pemerintah desa maupun pihak terkait, warga kemudian membawa persoalan ini ke Polsek Gunung Jati.

Laporan tersebut diharapkan dapat mendorong pihak kepolisian melakukan penindakan serta mencari solusi yang berpihak pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan kepada aparat, warga menegaskan bahwa mereka hanya ingin lingkungan kembali nyaman tanpa gangguan bau menyengat yang berpotensi menimbulkan penyakit.

“Kami hanya ingin lingkungan kembali nyaman dan sehat. Kami berharap ada solusi cepat dari pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan Kecamatan,” ujar perwakilan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu tindak lanjut dari Polsek Gunung Jati dan berharap pemerintah daerah turun tangan memastikan aktivitas industri tersebut tidak merugikan masyarakat sekitar.

Pemeriksaan dan pengawasan ketat terhadap kegiatan usaha serupa juga diminta agar insiden yang sama tidak terulang di wilayah lain.

(Dadang)