Literasi.co.id, INDRAMAYU 20 Desember 2025 — Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025, Yayasan Kusuma Buana bermitra dengan Yayasan Kusuma Bongas, para pemangku kepentingan tingkat kecamatan, serta Pemerintah Desa Bongas menggelar rangkaian kegiatan sosial dan edukatif. Kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Kuwu Desa Bongas, Kabupaten Indramayu.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi donor darah, penyuluhan remaja, serta edukasi kesehatan masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan publik dan upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit menular, khususnya HIV/AIDS.
Pada Jumat, 19 Desember 2025, kegiatan donor darah telah lebih dahulu dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indramayu. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari. Peserta donor berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, perangkat desa, hingga masyarakat umum yang secara sukarela mendonorkan darahnya.
Sementara itu, kegiatan puncak peringatan Hari AIDS Sedunia dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sejumlah agenda utama digelar, di antaranya kehadiran Mobil VCT (Voluntary Counseling and Testing) untuk layanan tes HIV, penyuluhan kesehatan dan pencegahan HIV/AIDS, edukasi kesehatan bagi remaja dan keluarga, layanan konseling kesehatan, sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Ketua Pelaksana HAS 2025, Anggit Heliosinova, menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia ini tidak dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan.
“Peringatan HAS kami jadikan sebagai momentum edukasi dan aksi nyata di tengah masyarakat. Donor darah merupakan wujud kepedulian kemanusiaan, sementara penyuluhan dan edukasi kesehatan bertujuan membangun kesadaran sejak dini, khususnya bagi generasi muda, agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungannya,” ujar Anggit.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan berdaya. Menurutnya, kolaborasi antara yayasan, pemerintah desa, dan stakeholder kecamatan diharapkan dapat terus berkelanjutan.
Pemerintah Desa Bongas menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi lintas lembaga seperti ini dapat menjadi agenda rutin. Pemdes menilai kegiatan sosial dan edukatif tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif dalam upaya pencegahan HIV/AIDS dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
SAEFULLOH | LITERASI.CO.ID







