Tiga Tokoh Kunci di Balik Islah PBNU

Literasi.co.id, INDRAMAYU, 26 Desember 2025 — Proses islah antara Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf tidak terjadi secara instan. Di balik tercapainya kesepakatan penting tersebut, terdapat peran signifikan tiga tokoh muda NU yang dikenal sebagai sosok gus dan kiai dengan konsistensi, keteguhan, serta dedikasi tinggi dalam mengupayakan persatuan jam’iyah.

Ketiga tokoh tersebut adalah:

1. KH. Atthoillah Sholahuddin Anwar

Putra dari KH. Moh. Anwar Manshur Lirboyo ini disebut sebagai figur yang paling intens menyuarakan pentingnya islah. Sejak awal, beliau aktif menginisiasi dan mengawal berbagai pertemuan Dewan Mustasyar dan para kiai sepuh yang berlangsung di Ploso, Tebuireng, hingga Lirboyo.

Atas ketekunan dan konsistensinya, KH. Atthoillah diamanahi langsung oleh Dewan Mustasyar dan para kiai sepuh sebagai penghubung utama proses islah antara Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf.

2. KH. Muhibbul Aman Aly

Dikenal luas sebagai kiai dengan fatwa “sound horeg”, KH. Muhibbul Aman Aly merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Besuk Kejayan Pasuruan. Selain itu, beliau juga aktif sebagai pengajar, penasihat, serta perumus bahtsul masail di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Dalam proses islah PBNU, beliau ditunjuk langsung oleh Dewan Mustasyar untuk mendampingi KH. Atthoillah Sholahuddin Anwar sebagai penghubung komunikasi dengan Rais Aam PBNU, sekaligus menjadi penguat substansi dan pendekatan keilmuan dalam dialog islah.

3. KH. Abdul Muid Shohib Lirboyo

Meski tidak secara formal ditunjuk sebagai tim penghubung islah, KH. Abdul Muid Shohib tampil konsisten sebagai konseptor utama dan juru bicara dalam setiap forum Dewan Mustasyar dan pertemuan para kiai sepuh.

Perannya terlihat menonjol dalam berbagai pertemuan strategis di Ploso, Tebuireng, Lirboyo, hingga forum resmi Tabayun antara Rais Aam dan Dewan Mustasyar di Lirboyo, yang akhirnya melahirkan kesepakatan islah PBNU.

Sejarah kelak akan mencatat bahwa proses rekonsiliasi ini tidak lepas dari perjuangan, keikhlasan, dan keteguhan tiga tokoh tersebut dalam menjaga marwah, persatuan, dan masa depan Nahdlatul Ulama.

Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi perjuangan mereka dan membalasnya dengan pahala yang berlipat.

MS | LITERASI.CO.ID