Oleh: Dzakiyyah Nasywa Az-Zahra, Siswi SMK Farmasi
Sebagai siswi SMK Farmasi, kami belajar banyak hal tentang dunia kesehatan, dari cara meracik obat hingga memberi layanan yang terbaik bagi masyarakat. Namun, ada satu keterampilan penting yang sering kali terlupakan: kemampuan berkomunikasi dengan baik, terutama dalam berbicara di depan umum. Inilah mengapa belajar jurnalisme dan public speaking sangat penting bagi kami.
Jurnalisme bukan hanya tentang menulis berita, tetapi tentang bagaimana menyampaikan informasi dengan jelas, tepat, dan penuh empati. Sebagai tenaga kesehatan, kami akan sering berbicara dengan pasien dan masyarakat, memberi penjelasan tentang pengobatan, serta memberikan edukasi penting tentang kesehatan. Tanpa kemampuan berkomunikasi yang baik, pesan kami bisa disalahpahami, atau bahkan mengurangi rasa percaya pasien terhadap kami.
Melalui public speaking, kami belajar untuk berbicara dengan percaya diri, memahami audiens, dan memilih kata yang tepat. Latihan intens dan teratur dalam berbicara di depan umum akan membantu kami mengatasi rasa takut, serta membuat kami lebih tenang saat berbicara dengan orang lain, baik itu pasien, keluarga, maupun rekan kerja. Ini adalah keterampilan yang tidak hanya berguna di kelas, tetapi juga dalam setiap interaksi yang kami lakukan di dunia nyata.
Selain itu, jurnalisme mengajarkan kami untuk berhati-hati dalam memilih kata dan menyampaikan informasi dengan akurat. Setiap kata yang kami ucapkan bisa mempengaruhi keputusan seseorang tentang kesehatannya. Oleh karena itu, kami perlu belajar untuk berbicara dengan bijak dan penuh perhatian, agar pesan yang kami sampaikan dapat diterima dengan baik dan memberi manfaat.
Melalui jurnalisme dan public speaking, kami tidak hanya menjadi tenaga medis yang terampil, tetapi juga komunikator yang peduli, yang dapat memberikan informasi dengan cara yang penuh empati dan perhatian. Ini adalah bekal yang sangat penting, terutama dalam dunia pelayanan publik.
Harapan saya, semoga sekolah-sekolah SMK Farmasi mulai bermitra dengan organisasi jurnalistik atau media online, sehingga pembelajaran jurnalisme dan public speaking bisa semakin mudah diakses dan up-to-date. Dengan menjalin kerja sama ini, kami bisa mendapatkan wawasan langsung dari para profesional di bidangnya, dan belajar bagaimana cara menyampaikan informasi dengan cara yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman. Selain itu, kolaborasi ini juga akan memberi kesempatan untuk mengedukasi kami dengan pendekatan yang lebih praktis dan inspiratif, sekaligus melatih pola pikir kritis, konstruktif, dan beradab. Kami tidak hanya akan belajar menulis atau berbicara, tetapi juga akan dilatih untuk berpikir jernih, solutif, dan bertanggung jawab dalam setiap kata yang kami ucapkan.
Penting bagi kami untuk belajar berpikir konstruktif: berpikir yang tidak hanya mengkritisi, tetapi juga menawarkan solusi. Kemampuan ini akan sangat berguna, baik dalam profesi kesehatan kami nanti, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pola pikir yang konstruktif, kami bisa lebih memahami masalah, mencari jalan keluar yang baik, dan mengkomunikasikan solusi tersebut dengan cara yang tepat kepada orang lain.
Jadi, mari kita mulai belajar jurnalisme dan public speaking dengan lebih serius. Latihan setiap hari, berbicara dengan hati, dan berbagi ilmu untuk kebaikan bersama. Jika kita bisa menguasai keterampilan ini, kita tidak hanya akan menjadi tenaga medis yang ahli, tetapi juga bisa menjadi sumber inspirasi dan perubahan bagi masyarakat sekitar.
MS | LITERASI.CO.ID







